Website DEDEYAHYA.web.id

Upaya Membendung Konflik Sosial di Masyarakat

(2073 Views) | Mohammad Amar Shodiq

dWipena.com – Konflik memang selalu terjadi dan mewarnai kehidupan kita sebagai manusia,baik itu dilatar belakangi politik, etnis, agama dan lain-lain, apalagi di Indonesia sendiri yang memiliki keaneka ragaman budaya, agama, bahasa dan suku yang konsekuansinya pasti selalu ditemukan adanya konflik. Munculnya konflik bisa dipicu oleh berbagai hal, diantaranya adalah dikarenakan keadaan ekonomi, kurangnya pendidikan dan pendalaman akan nilai-nilai ajaran-ajaran agama sehingga membuat seseorang maupun kelompok mudah untuk diprovokasi.

Konflik juga lahir dilatar belakangi oleh adanya kecemburuan sosial yang terjadi di masyarakat, antara agama yang satu dengan agama yang lain, antara suku, dikarenakan memiliki cara pandang dan kepentingan yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Kecemburuan sosial ini juga bisa terjadi antar individu yang kemudian memicunya menjadi kelompok. Semisal ada anak desa yang diejek oleh anak desa yang lain, kemudian ia tidak terima dengan perlakuan anak yang meminta mengejek itu dan melaporkan kejadian tersebut kepada teman-teman desanya, hal ini kemudian yang memicu terjadinya konflik atau tawuran antar desa. Konflik tersebut tadinya hanya terjadi antar individu, akan tetapi bisa memicu terjadinya konflik yang lebih besar yakni antar desa tadi.

Kemudian bagaimana sikap kita dalam menyikapi konflik tersebut yang kerap kali terjadi di sekeliling kita, perumpamaan lainnya juga yang sering kita saksikan adalah berkaitan dengan masalah sepak bola yang tidak jarang selalu menimbulkan adanya konflik antara pendukung yang satu dan pendukung yang lainnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan merubah cara pandang lama dengan beberapa pandangan yang baru diantaranya sebagaimana yang telah disampaikan oleh K.H Abdul Muhaimin yang merupakan ketua PKUB DIY:

  1. Humanis

Pandangan yang humanis ini memandang manusia sebagai manusia tidak melihat darimana dia, kulitnya berwarna apa, dan menganut agama apa, melainkan memandang manusia sebagai manusia. Dengan demikian akan terbentuk adanya suatu keharmonisan dan toleransi satu sama lain.

  1. Kultural

Melihat budaya seolah-olah kontras dengan agama, padahal melalui pandangan ini kiranya menggambarkan bahwa masyarakat senantiasa mengalami apa yang dinamakan perubahan seiring berkembangnya zaman, melalui perubahan itulah nilai-nilai, norma dan pola tingkah laku baru mulai terbentuk. Kultur sendiri berkaitan dengan budaya, di dalam agama juga kita tahu bahwa konsep pelaksanaan ajaran agama melahirkan budaya, dan dengan perkembangannya juga kemudian nilai-nilai budaya dapat memperkuat kehidupan beragama.

  1. Etika

Etika berkaitan dengan nilai yang berkenaan dengan akhlak seseorang yang hidup di masyarakat, dan juga merupakan perwujudan dari perilaku manusia dalam menentukan mana yang baik dan buruk. Konflik kerap kali terjadi dikarenakan nilai etika sudah tidak dimiliki lagi oleh seseorang, sehingga ia tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk di dalam kehidupannya. Landasan ini perlu kiranya dibangun menjadi sebuah pandangan hidup. Meski berbeda keyakinan, berbeda pendapat, beda suku sebagai manusia kita harus beretika dengan saling menghargai perbedaan.

Segala upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi konflik yang sering terjadi, baik itu melalui lembaga sosial kemasyarakatan dan lembaga keagamaan dengan adanya rekonsiliasi dan dialog, dialog juga tidak hanya diadakan dialog saja antara ke dua belah pihak yang terlibat konflik melainkan harus dikelola dengan baik. Akan tetapi, bila pandangan masyarakat kita tidak dirubah sebagaimana konsep yang dikehendaki seperti humanis, kultural dan etis di atas, maka kerukunan akan terasa sulit untuk diwujudkan.

Melalui ketiganya nantinya akan terlahir rasa saling menghargai satu sama lainnya, akan melahirkan adanya persatuan dan kerukunan baik itu antaraindividu, kelompok, agama, suku, dan pemerintah. Kiranya penjelasan sederhana ini dapat memberikan sedikit manfaat, gambaran dan pengetahuan kepada kita.

Upaya Membendung Konflik Sosial di Masyarakat
Rate this post

Tanggal : Upaya Membendung Konflik Sosial di Masyarakat

Mohammad Amar Shodiq Dipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: