Website DEDEYAHYA.web.id

Seru dan Berkesannya Pengalaman Nyantri

(1723 Views) | Mohammad Amar Shodiq

dWipena.com – Bagi sebagian orang yang dulunya pernah mengalami mondok/nyantri di pesantren, pasti masih mengingat dan merasakan peristiwa-peristiwa tentang bagaimana pengalaman-pengalaman yang pernah dialami dan terjadi disana. Peristiwa yang selalu terngiang-ngiang dan selalu menjadi bahan perbincangan yang menarik, biasanya berkaitan erat dengan pengalaman-pengalaman berkesan, baik itu tentang kebersamaan ketika berbondong-bondong melaksanakan ibadah, mengaji, bermain dan lain sebagainya.

Pondok pesantren memang selalu menyajikan sejuta cerita bagi orang-orang yang pernah berada disana, tidak hanya hal-hal yang berkaitan dengan ilmu-ilmu keagamaan saja yang bisa didapatkan dari pondok pesantren, hal lain juga ikut mewarnai keindahan perjalanan hidup seseorang ketika dipesantren, sehingga ia tidak bisa melupakan kenangan-kenangan yang telah ia laluinya itu. Bagian lain yang memiliki peranan penting sehingga tidak bisa terpisahkan ketika berada di pesantren juga menjadi pengalaman, cerita, serta kenangan tersendiri, seperti kisah cinta, pengorbanan, kenakalan yang dierbuat juga ikut mewarnai gambaran cerita di balik pondok pesantren.

Kendati demikian, semua hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman-pengalaman yang tidak pernah dilupakan oleh seseorang ketika dipesantren, entah kenapa biasanya selalu berkaitan dengan kenakalan-kenakalan yang telah diperbuat, seperti ketika sesekali dikejar atau dicari-cari oleh keamanan pesantren karena tidak ikut mengaji, bermain dan becanda bersama sahabat-sahabat, kemudian makan bersama, dan lain-lain.

Tapi bukan semata-mata karena nakal kemudian seseorang tidak menguasai dan tidak memiliki pemahaman tentang ilmu-ilmu keagamaan yang baik, justru mereka itulah yang biasanya nantinya menjadi orang-orang yang hebat dalam beragama dan di dalam hidupnya, karena pengalaman-pengalaman dan ilmunya itu. Itulah pondok pesantren, selain menjadi tempat bagi setiap orang dalam mendapatkan pengetahuan tentang ilmu-ilmu keagamaan, setiap orang juga dilatih tentang bagaimana ia bisa menjadi dirinya sendiri dan mencari jati dirinya melalui ilmu dan pengalaman yang selama ini ia dapatkan.

Di pesantren seseorang dapat menemukan sahabat yang datang dari berbagai penjuru tanah air, dari mereka seseorang bisa belajar satu sama lain tentang ilmu, bahasa, budaya, sikap dan perilaku masing-masing. Namun demikian, di samping itu semua jika di rumah seseorang ketika lapar tinggal makan saja karena sudah disediakan oleh orang tua, kemudian baju tinggal pakai, karena mencuci baju sudah dicucikan oleh orang tua, maka ketika di pondok pesantren seseorang diajarkan dan dituntut untuk bisa hidup mandiri karena berada jauh dari orang tua, seperti mengerjakan semua pekerjaan, mencuci, makan, dan lain-lain.

Selain itu juga seseorang ketika berada di pondok pesantren dituntut untuk bisa belajar mengadaptasikan dirinya dilingkungan dan tempat yang baru. Pada perjalanannya sendiri, ketika orang tua memasukan dan mendaftarkan anaknya ke pondok pesantren tertentu dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah sebagai orang tua mereka ingin anaknya mempunyai pendalaman akan ilmu pengetahuan agama.

Kemudian ada yang dilatarbelakangi karena anaknya yang nakal sehingga orang tua memasukan anaknya itu ke pondok pesantren, dan menghendaki anaknya nanti menjadi anak yang mempunyai kepribadian yang baik. Ada juga orang tua yang merasa penting untuk memasukan anaknya tersebut ke pesantren, karena merasa perlu membekali anak-anaknya akan ilmu keagamaan. Pesantren dianggap sebagai tempat dan pusat seseorang belajar ilmu-ilmu agama yang saat ini memang diperlukan sebagai perisai bagi anak-anaknya dalam menghadapi era globalisasi yang dipenuhi tantangan yang berat.

Demikianlah kiranya gambaran sederhana tentang asiknya pengalaman nyantri bagi sebagian orang yang pernah mengalaminya, semoga harapan besar tentunya dari kita semua yang pernah mengalami dan menginjakkan kaki di pondok pesantren, agama Islam dan nilai-nilai ajaran Islam akan tetap terjaga dan terwujud melalui tindakan dan perilaku kita di dalam kehidupan ini, dan pesantren akan tetap selalu terjaga keberadaannya sebagai wadah dalam melahirkan ulama-ulama maupun pribadi-pribadi muslim dan muslimah yang memiliki wawasan keilmuan agama yang baik, yang dapat menjadi perisai di era globalisasi saat ini, dimana saat ini orang begitu jauh akan agama.

 

 

Seru dan Berkesannya Pengalaman Nyantri
Rate this post

Tanggal : Seru dan Berkesannya Pengalaman Nyantri

Mohammad Amar Shodiq Dipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: