Website DEDEYAHYA.web.id

Pusat Perbelanjaan Dan Pusat Ibadah

(590 Views) | Mohammad Amar Shodiq

Dalam kehidupan sehari-hari bagi sebagian orang, mereka terkadang rela menghabiskan waktunya untuk pergi ke mall atau pusat perbelanjaan yang ada di daerahnya sendiri, maupun di luar daerahnya. Mereka rela datang jauh-jauh ada yang hanya untuk bermain, seperti remaja yang sedang bersama-sama kekasihnya, kemudian belanja dan menonton bioskop, selain itu ada juga yang datang benar-benar untuk berbelanja bagi kalangan yang dari segi finansialnya mendukung, karena mereka lebih memilih belanja di mall yang dirasa telah terjamin mutu dan kualitasnya, atau sekedar nongkrong-nongkrong bersama teman-teman dan lain sebagainya.

Setiap hari mall selalu tidak pernah sepi dari pengunjung yang datang dari dalam maupun luar kota itu sendiri, keadaan demikian dikarenakan di mall sendiri segala sesuatu yang berkaitan dengan kesenangan telah tersedia, mulai dari tempat permainan anak-anak, kemudian pusat-pusat perbelanjaan bagi perempuan, seperti baju, kosmetik ternama, kendaraan mewah, taman hiburan, bioskop, perhiasan, sepatu dan sandal bermerek, makanan lezat, hiburan berupa diselenggarakannya konser musik artis papan atas dan hal-hal lainnya memang selalu memberikan kesenangan, sehingga orang-orang merasa termajakan karenanya.

Tempat Belanja Murah

Sementra di sisi lain, pusat-pusat peribadatan seperti masjid selalu mengalami pasang surut pengunjung, karena saat ini masjid hanya ramai dikunjungi oleh orang-orang hanya ketika pelaksanaan shalat jum’at, sholat teraweh dan sholat ied saja, untuk beribadah sehari-hari juga dapat kita saksikan hanya shalat magrib saja yang terkadang banyak jamaahnya, di luar itu semua masjid selalu sepi dari pengunjung.

Pertanyaannya adalah mengapa terjadi hal yang demikian, apakah masyarakat modern saat ini sudah begitu jauh dari agama dan nilai-nilai ajaran agama itu sediri, sehingga mereka menganggap agama itu hanyalah sebuah hal yang biasa-biasa dan tidak lagi dianggap penting di dalam kehidupan ini?

Anak-anak yang seharusnya diperkenalkan agama sejak kecil, diajak dan diajari tentang agama seperti untuk melaksanakan ibadah dengan melangkahkan kakinya ke mesjid, malah diajak ke mall oleh orang tuanya sehingga ketika dewasa mereka tidak memiliki rasa ketertarikan maupun kewajiban yang menggerakkan dan menggetarkan hatinya untuk pergi ke masjid.

Tentu saja keadaan di atas membuat kita merasa sedih melihatnya sebagai orang yang peduli kepada agama dan kepada generasi-generasi muda khususnya, karena mereka lebih memilih pergi ke mall dibandingkan ke tempat ibadahnya. Apakah masjid tidak semenarik itu, sehingga mereka tidak tertarik sama sekali. Tidak sedikit masjid di daerah kita masing-masing yang dibangun dengan begitu mengahnya, tapi dalamnya sepi dari nilai-nilai ibadah.

Relakah kita sebagai umat Islam khususnya melihat keadaan yang demikian, sebelum adanya teknologi dan sebelum maraknya pembangunan taman-taman hiburan, maupun tempat-tempat pusat perbelanjaan seperti mall, mesjid tidak pernah sepi dari orang-orang yang melaksanakan ibadah, baik itu dari golongan anak-anak, remaja, sampai yang tua sekalipun selalu berkumpul di masjid.

Masjid memiliki peranan penting dalam membangun dan menyatukan umat, serta tempat menyiarkan agama. Sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menghidupkan kembali tempat-tempat peribadatan seperti masjid, karena jika bukan kita maka siapa lagi. Pergi ke pusat perbelanjaan atau mall memang tidak dilarang dan tidak selamanya baik, sepanjang itu tidak mengurangi dan melupakan kita untuk melaksanakan ibadah dan pergi ke masjid.

Pusat Perbelanjaan Dan Pusat Ibadah
Rate this post

Tanggal : Pusat Perbelanjaan Dan Pusat Ibadah

Mohammad Amar Shodiq Dipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Tags:
Categorised in: