Investasi Bisnis OnlineDEDEYAHYA.web.id

Pentingnya Menanamkan Budaya Membaca

(692 Views) | Mohammad Amar Shodiq

Indonesia merupakan salah satu negara yang tergolong sebagai negara berkembang, perkembangan tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan, baik itu dari segi ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Salah satu hal yang dapat kita soroti adalah berkaitan dengan pendidikannya, baik itu pendidikan umum maupun pendidikan agama, hal ini dikarenakan keberhasilan suatu pendidikan yang diselenggarakan dan ada di suatu negara tertentu merupakan tolak ukur bagi kualitas sumber daya manusia dan kemajuan negara itu.

Di dalam pendidikan sendiri, kiranya terdapat hal yang perlu mendapat perhatian yakni berkaitan dengan budaya membaca dari para pelaksana pendidikan tersebut. Kurangnya kesadaran dan minat masyarakat Indonesia terhadap membaca sendiri masih dirasa kurang dan jauh dari harapan besar yang diinginkan. Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang telah dimanjakkan oleh keadaan yang membuat mereka berada pada posisi nyaman, sehingga kurang mempunyai semangat tinggi dalam membaca yang ditunjukkan oleh generasi penerus kita baik itu dari mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi.

Sejak dulu, salah satu hal yang yang digalakan pemerintah di Indonesia adalah dalam memberantas buta huruf latin, karena nantinya akan menghambat pembangunan dan kemajuan bangsa. lantas kemudian bagaimana jika ditemukan anak-anak kita yang buta akan huruf al-Qur’an, yang jelas-jelas akan menghambat proses kesadaran dan kebangkitan dari islam itu sendiri. Satu contoh sederhana bisa kita lihat, dahulu sebelum pembangunan merata dan listrik belum masuk desa, keadaan kampung-kampung masih gelap, rumah-rumah hanya diterangi oleh lampu minyak, dan jika kita masuk kampung maka kita akan merasa banyaknya orang islam dan agama Islam yang terasa hidup disana, di satu rumah kita mendengar remaja sedang membaca al-Qur’an, membaca shalawat. Sementara yang terjadi sekarang ini dengan adanya pembangunan yang maju disertai listrik yang sudah masuk desa, yang terjadi adalah proses pergeseran nilai.

Setelah listrik masuh desa, radio mulai terdengar semakin kencang, televisi menjadi sesuatu yang wajib ada karena menawarkan banyaknya hiburan, yang lantas kemudian membuat kita lupa untuk belajar dan membaca, lebih-lebih kita sampai lupa untuk membaca al-Qur’an. Ketika sekarang terdengar ada orang yang membaca al-Qur’an malah dirasa aneh dan tidak umum. Dengan demikian, sesatu yang dulu dianggap baik malah menjadi keanehan bagi kita.

Kenyataan demikian tentu membuat kita ironi dan sangat disayangkan bagi kita, kemajuan yang dirasa tidak harus membuat kita meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang turun temurun telah nenek moyang kita wariskan kepada kita, sehingga agama mulai ditinggalkan. Orang-orang terdahulu kita telah berjuang mengorbankan harta, keringat, darah, bahkan sampai jiwa mereka untuk membawa bangsa Indonesia ini menjadi negara yang merdeka. Sebagai generasi penerus mereka, apakah kita mau menyia-nyiakan pengorbanan mereka yang demikian perih dan pahit itu. Karenanya, sebagai bangsa yang sudah merdeka dan maju sudah sewajarnya bagi kita memanfaatkan dan mensyukuri kebebasanyang dirasakan oleh kita selama ini dengan lebih giat lagi untuk berusaha, baik itu dalam belajar dan membiasakan diri dalam membaca.

Perintah membaca merupakan tuntunan bagi kita sebagai umat islam sebagaimana wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, perintah tersebut berlaku untuk semua hal. Mempelajari ilmu umum yang berkaitan dengan keduniaan dengan membacanya juga merupakan perintah yang dikehendaki oleh agama, sepanjang kita tidak melupakan untuk mempelajari ilmu-ilmu keagaman dengan banyak membacanya pula.

Kesadaran akan membaca perlu kiranya kita tumbuhkan sejak dini kepada anak-anak kita, Sebab, semakin berkembangnya zaman yang disertai dengan kemajuan teknologi, tidak serta-merta harus membuat kita jauh dari agama, dengan hanya belajar dan membaca buku-buku umum saja, melainkan lebih dari pada itu, buku-buku sumber ajaran agma Islam harus kita pelajari, baca dan amalkan dalam kehidupan ini agar keduanya tetap selaras dan beriringan. Seseorang pernah berkata bahwa “listrik memang bisa menerangi kegelapan, tapi listrik tidak bisa menerangi hati manusia.” Mempelajari ilmu-ilmu umum dan membacanya mungkin bisa menjadikan kita pintar, dan akan lebih baik bila itu dibarengi dengan mempeljari dan membaca sumber ajaran agama kita yakni al-Qur’an, hadis, ijma dan qiyas yang menjadikannya sebagai pilar agama Islam yang dapat menerangi tidak hanya kegelapan tapi lebih dari itu menerangi kegelapan hati kita.

Pentingnya Menanamkan Budaya Membaca
Rate this post

Tanggal : Pentingnya Menanamkan Budaya Membaca

Mohammad Amar ShodiqDipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: