Website DEDEYAHYA.web.id

Merindukan Suasana Dulu

(621 Views) | Mohammad Amar Shodiq

dWipena.com – Sebagai bagian dari kehidupan yang mengalami adanya perubahan zaman dan waktu, manusia terkadang selalu membading-bandingkan keadaan yang dialaminya dulu dengan keadaannya saat ini. Keduanya tentu memiliki perbedaan yang signifikan dalam berbagai hal, baik itu dilihat dari segi gaya hidup, lingkungan, makanan, teknologi dan lain-lain. Kehidupan akan terus berjalan diiringi dengan adanya perubahan, akan tetapi perubahan seperti apa itu sebagai manusia kita tidak bisa memprediksinya, apakah akan terjadi perubahan ke arah yang lebih baik, ataukah sebaliknya bergantung kepada manusia itu sendiri yang menjalaninya.

Salah satu hal yang menjadi perhatian kita adalah berkaitan dengan keadaan lingkungan, dimana ketika di masa dahulu kita dapat menyaksikan pemandangan indah dan mempesona yang memanjakan mata, memberikan ketenangan serta kebahagiaan ketika melihatnya, baik itu dengan adanya sungai yang mengalir deras disertai banyaknya ikan di dalamnya, serta pepohonan yang hijau rindang meneduhi setiap tempat, burung-burung berkicau dengan suara indahnya memanjakan telinga kita. Akan tetapi, saat ini nampaknya kesemuanya itu hanyalah tinggal kenangan yang ada dalam ingatan kita.

Bagi orang-orang yang pernah merasakan keadaan yang demikian, tentu saja ia tidak akan mudah untuk melupakan apa yang dialaminya tersebut, karena keadaan tersebut telah memberikan kesan mendalam kepadanya. Dalam pada itu, apa yang terjadi pada kenyataan tersebut adalah sebuah refleksi dari apa yang telah diperbuat oleh kita sendiri. Jika dulu kita masih bisa menghirup udara segar kapanpun baik itu pagi, siang dan sore hari, saat ini mungkin keadaan seperti itu sulit untuk ditemukan diperparah dengan banyaknya hutan yang ditebangi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, sungai tercemari oleh limbah yang menyebabkan ekosistem di sekelilingnya terganggu, burung-burung ditangkap dan diperjual belikan, sampah berserakan dimana-mana dan lain sebagainya.

Kondisi yang demikian tentunya membuat kita mengelus dada dan bertanya-tanya kapan kita biasa menikmati suasana seperti dulu lagi, suasana dimana alam, hewan dan manusia menyatu bersama-sama. meski bahwa memang dengan semakin pintarnya manusia dan bekembangnya ilmu pengetahuan, manusia bisa menghasilkan suatu ciptaan berupa teknologi yang begitu canggih yang berpengaruh pada setiap lini kehidupan ini, dan itu tidak bisa diabaikan karena memang merupakan tuntutan zaman.

Kaitannya dengan hal itu, perlu kiranya kita renungkan bahwa sebuah kota juga dahulunya merupakan sebuah desa yang di dalamnya terdapat kehidupan yang aman, damai, dipenuhi oleh kebahagiaan dan dikelilingi oleh keadaan lingkungan yang menawarkan keindahan. Saat ini berubah menjadi kota yang dipenuhi gedung-gedung tinggi menjulang, banyaknya kendaraan laut dan udara, yang dirasa sangat jauh dari ketenangan.

Berpedoman pada penjelasan demikian, dapat diambil sebuah intisari bahwa bagi sebagian orang mungkin merindukan keadaan sebagaimana dimasa lalu, ataukah memang banyak juga dari kita yang kurang begitu peduli sehingga tidak menghiraukan keadaan yang demikian. Kemudian timbul suatu pertanyaan, lantas mengapa ada banyak orang yang rela melakukan perjalanan jauh berbondong-bondong ke tempat rekreasi yang masih menawarkan keadaan alam yang alami, untuk bisa menikmati keindahan alam raya ini, baik itu yang datang dari sebuah desa dan yang datang dari kota. Bukankah itu menunjukkan bahwa kita memang merindukan keadaan seperti dulu. Untuk menikmati suasana seperti dulu saat ini memang sulit ditemukan, karenanya orang rela meluangkan waktu mereka di sela-sela kesibukannya untuk menghibur diri dengan menikmati keindahan alam raya ciptaan Allah ini.

Merindukan Suasana Dulu
Rate this post

Tanggal : Merindukan Suasana Dulu

Mohammad Amar Shodiq Dipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: