Investasi Bisnis OnlineDEDEYAHYA.web.id

Menuntut Ilmu dan Cara Belajar

(594 Views) | Mohammad Amar Shodiq

Menuntut ilmu merupakan sebuah kewajiban bagi setiap orang, bahkan di dalam literatur agama pun menuntut ilmu sangat dianjurkan meski sampai ke negeri china sekalipun, artinya memang kebutuhan seseorang akan ilmu merupakan keniscayaan yang harus dipenuhi oleh setiap orang di dalam hidupnya. Pepatah mengatakan bahwa ‘Janganlah kamu bertanya dimana kamu belajar, akan tetapi bertanyalah bagaimana cara kamu belajar”

Pepatah yang demikian kiranya dimaksudkan dan mengandung arti bahwa setiap orang yang hendak memuntut ilmu dimanapun ia berada, baik itu disekolah swasta, negeri maupun yang sudah bertaraf internasional sekalipun jika tidak dibarengi dengan kesungguh-sungguhan melalui usaha yang keras dalam beajarnya maka tidak akan ada yang akan ia dapatkan. Setiap lembaga pendidikan mempunyai keunggulan masing-masing, dimana sekolah yang masih swasta juga tidak sedikit yang lebih unggul kualitas lulusannya dibandingkan dengan sekolah yang negeri. Karena apa yang dimiliki sekolah swasta belum tentu juga dimiliki oleh sekolah negeri, begitu juga sebaliknya.

Seseorang yang menuntut ilmu di suatu lembaga pendidikan yang dapat dikatakan bonafit sekalipun dan berstandar internasional, jika tidak dibarengi dengan kesungguh-sungguhan dalam belajarnya nantinya hanya akan menjadi lulusan yang biasa saja. Hal ini akan bertimbal balik dengan sekolah swasta yang dikatakan biasa-biasa saja dari segi kualitas sarana dan prasarana maupun pendidiknya, akan menghasilkan lulusan yang baik dan unggul bilamana seseorang yang menuntut ilmu disana memang tekun dalam belajarnya.

Dari pemaparan demikian kita bisa menyimpulkan bahwasanya kualitas lulusan suatu lembaga pendidikan tidak ditentukan oleh baik dan tidaknya lembaga itu sendiri, melainkan lebih dari itu dipengaruhi oleh orang yang menuntut ilmu di lembaga itu sendiri. Secara logika, memang jika dilihat dari kualitas sarana prasarana yang mendukung, tenaga pengajar yang baik akan menghasilkan lulusan yang baik pula, tapi tidak jarang banyak yang kurang begitu mendapatkan hasil maksimal di dalam belajarnya dikarenakan ia tidak bersungguh-sungguh di dalam belajarnya.

Orang yang pintar akan dikalahkan oleh orang yang biasa-biasa saja jika orang yang biasa itu mempunyai tekad yang kuat yang memotivasi dirinya untuk bersungguh-sungguh dalam belajar mengejar ketertinggalan maupun menambah wawasan keilmuannya dengan banyak belajar, baik itu sering bertanya, sering berdiskusi bersama dan membaca buku. Karenanya seseorang tidak boleh berkecil hati meski ia berada di lembaga pendidikan yang swasta maupun biasa-biasa saja.

Dengan demikian, kiranya alasan terbesar yang kerap kali menghambat kemajuan dan kesuksesan seseorang bukanlah terletak di lembaga pendidikan dimana ia menuntut ilmu, melainkan dinilai pada bagaimana usaha, semangat, kesungguhan tekad dan cara belajar orang tersebut. Hal lain yang membelenggu dan menjadi batu terjal serta musuh terbesar sebenarnya adalah diri setiap orang itu sendiri, jika ada kemauan maka akan selalu ada jalan yang ditemukan, karena usaha itu tidak pernah berkhianat.

Untuk mewujudkan kesemuanya itu memerlukan adanya keyakinan, kesadaran, kemauan, cita-cita dan rasa tanggung jawab yang ditanamkan pada diri sendiri bahwa selalu ada cahaya dan jalan bagi orang-orang yang mau belajar dan berusaha. Motivasi yang tumbuh dari dalam diri sendiri akan lebih baik dibandingkan dengan motivasi dari luar yang terkadang terkesan terpaksa kita lakukan. Akhirnya, perlu kiranya ditekankan kembali bahwa sebaik apapun suatu lembaga pendidikan, tidak akan ada artinya jika kita sendiri tidak pandai-pandai memanfaatkannya.

 

Menuntut Ilmu dan Cara Belajar
Rate this post

Tanggal : Menuntut Ilmu dan Cara Belajar

Mohammad Amar ShodiqDipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: