Investasi Bisnis OnlineDEDEYAHYA.web.id

Mengenal Cinta Sebagai Kecerdasan Emosional di Bangku Kuliah

(794 Views) | Mohammad Amar Shodiq

Sebagaimana kita ketahui, saat ini ada banyak teori yang menjelaskan tentang kecerdasan yang ada pada diri manusia. Salah satu diantara beberapa teori kecerdasan tersebut yang kita kenal adalah terkait dengan kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional sendiri diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mendeteksi dan mengelola emosi yang ada pada dirinya maupun orang lain.

Manusia memiliki emosi di dalam kehidupannya, kecerdasan emosional dikatakan penting karena hal tersebut sangatlah berperan penting di dalam menunjang kesuksesan dan kebahagiaan hidup bagi seorang individu. IQ tinggi tidak selamanya menjamin akan kesuksesan seseorang di dalam kehidupannya, apalagi tidak diimbangi dengan kecerdasan emosional di dalam dirinya, hal ini dikarenakan seseorang yang tidak memiliki kemampuan dalam mengontrol emosinya meskipun ia cerdas dalam IQnya, maka ia akan mudah marah, dan sering kaliru dalam menentukan dan memecahkan setiap persoalan hidupnya.

Lantas apa hubungannya kecerdasan emosional ini dengan bangku kuliahan sebagaimana judul di atas? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita bisa belajar dari apa yang telah disampaikan oleh Prof. Damardjati Supadjar ketika beliau menyampaikan sepatah dua patah katanya pada pelaksanaan wisuda di UIN Sunan Kali Jaga. Beliau berkata bahwa “Seorang mahasiswa atau mahasiswi yang telah menjalani kuliah selama bertahun-tahun, akan tetapi ia tidak memiliki pandamping hidup, maka itu dianggap sebagai sebuah kegagalan. Mengapa dikatakan demikian, kemudian Prof melanjutkan lagi perkataannya dan memberikan penegasan bahwa dikatakan sebagai sebuah kegagalan adalah karena mereka (mahasiswa/mahasiswi) tidak menselaraskan antara akal dan hatinya, jadi dimensi emosionalitasnya tidak terasah.

Melalui hubungan berupa pacaran, seseorang bisa belajar tentang banyak hal terutama berkaitan dengan belajar kedewasaan. Sebagai contoh melalui pacaran seseorang bisa lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak, dikarenakan seiring berjalannya waktu nantinya sering ditemukan adanya berbagai macam persoalan yang timbul pada hubungan pacaran itu. Hubungan pacaran dikatakan normal apabila di dalamnya terdapat adanya sebuah permasalahan, karena melalui permasalahan yang ada, seorang individu dengan pasangannya bisa belajar tentang bagaimana menangani sebuah permasalahan yang mereka hadapi itu.

Di dalam pacaran sisi-sisi emosional seseorang dituntut untuk bisa lebih peka, dengan belajar dan berpikir tentang bagaimana seseorang seharusnya bersikap sabar dalam merelakan sesuatu ketika hubungan itu kandas, sehingga kemudian tidak menjadikannya putus asa akan kehidupan yang dijalaninya itu. Dari pacaran juga seseorang bisa lebih termotivasi untuk lebih baik dalam hal belajar, sehingga antar pasangan bisa saling memberikan dorongan semangat untuk meraih kesuksesan dalam mewujudkan cita-cita mereka kedepannya.

Melalui kecerdasan emosional yang terasah ketika bangku perkuliahan, maka akan sangat bermanfaat nantinya dalam bergaul dan bersosial melakukan interaksi dengan orang lain, dan seseorang akan lebih peka dan peduli terhadap orang-orang di sekelilingnya, dengan demikian ia tidak hanya bisa menciptakan keharmonisan dan kebahagiaan bagi dirinya sendiri, namun ia juga bisa meciptakan kebahagiaan bagi orang lain.

Oleh karena itu, orang yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi serta ditunjang dengan kecerdasan IQ yang tinggi pula, akan menjadi sebuah sinergi dan melahirkan keseimbangan dalam berpikir antara hati dan akalnya. Selain itu, ketika seseorang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, ia bisa menciptakan suasana yang baik berupa kebahagiaan antara dirinya dengan lingkungan sekitarnya. Ini berarti bahwa kecerdasan emosi juga berperan penting dalam menunjang kehidupan sosial seseorang di masyarakat nantinya.

Mengenal Cinta Sebagai Kecerdasan Emosional di Bangku Kuliah
Rate this post

Tanggal : Mengenal Cinta Sebagai Kecerdasan Emosional di Bangku Kuliah

Mohammad Amar ShodiqDipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: