Investasi Bisnis OnlineDEDEYAHYA.web.id

Mencintai Produk Dalam Negeri

(1825 Views) | Mohammad Amar Shodiq

dWipena.com – Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya, segala sesuatu yang tadinya biasa-biasa saja melalui tangan-tangan yang ahli menjadi sebuah karya yang memiliki nilai yang berharga. Berbagai produk pun tercipta dengan menawarkan segala kelebihan dan kualitas dari produk tersebut. Akan tetapi, biasanya produk-produk hasil anak bangsa kurang begitu diminati oleh masyarakat dari bangsa itu sendiri, mereka lebih memilih produk dari luar negeri yang diyakini sebagai produk yang memiliki kualitas unggul dan lebih baik.

Kurangnya penghargaan terhadap produk dalam negeri ini tentu berdampak kepada perekonomian bangsa Indonesia. Persaingan pasar global memang menuntut kita untuk berupaya lebih keras agar produk-produk di dalam negeri tetap bisa eksis dan bersaing dengan produk luar negeri. Di luar sana begitu banyak generasi muda yang memiliki kemauan, tekad dan kreativitas yang kuat untuk meciptakan produk-produk unggulan baru.

Berbagai upaya pun telah dilakukan pemerintah dalam menanggulangi dampak pasar global terhadap hasil-hasil produk dalam negeri, maka apabila peran serta pemerintah dengan birokrasinya sudah mendukung, demikian halnya sebagai masyarakat juga kita dituntut untuk bisa menghasilkan inovasi baru yang lebih baik pada produk-produk yang dihasilkannya, selain itu juga kepercayaan masyarakat kiranya perlu ditumbuhkan demi mewujudkan perekonomian yang sehat dan kesejahteraan bersama. Karena perekonomian suatu bangsa juga bergantung kepada hal tersebut, dan ketika apa yang diinginkan sudah tercapai perekonomian akan mengalami adanya peningkatan dan tentunya berdampak kepada kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Pentingnya penghargaan akan produk dalam negeri tidak bisa hanya sebatas mencintainya saja dan merasa bangga akan hasil karya yang dihasilkan tersebut, lebih dari itu harapan terbesarnya adalah dengan membeli dan memakai produk tersebut. Untuk membuat dan mengembangkan suatu produk tertentu memang tidak terlepas dari adanya dana yang diperlukan, akan tetapi sangat disayangkan terkadang hal itu selalu menjadi kendala.

Kita bisa berkaca kepada Jepang misalnya, negeri sakura itu tumbuh berkembang pesat sebagai negara yang makmur dan maju dalam segala hal setelah mengalami keterpurukan dengan dibombardirnya hiroshima dan nagasaki. Akan tetapi, Jepang dikenal dengan tetap menjadi Jepang tanpa harus meninggalkan ciri khas, budaya, nilai-nilai dan segala hal yang diwarsikan nenek moyang mereka dan masyarakatnya sangat menghargai dan mencintai produk-produk mereka sendiri.

Namun demikian, lagi-lagi memang kita seringkali dihadapkan pada keadaan dilematis lainnya yang membuat kita terperanga melihatnya. Jika pemerintah telah mendukung pada perkembangan usaha-usaha kecil, menengah maupun kelas atas dalam mengembangkan produk-produk mereka, seringkali permasalahan yang muncul tidak hanya datang dari masalah dana saja, melainkan kurangnya perhatian pemerintah pada penghargaan atas karya-karya anak bangsa, seperti yang kita ketahui Habibi dengan pesawat terbangnya yang dulu sempat diakui di mata dunia kini tinggal hanya nama dan ceritanya saja yang kita dengar, kemudian Ricky Elson yang sekembalinya dari jepang hendak membuat mobil listrik tidak mendapatkan kejelasan apapun.

Bahkan banyak tenaga-tenaga ahli kedokteran, maupun profesor di bidang pendidikan yang malah mengabdikan diri dan hidupnya mengajar di luar negeri, dan masih banyak lagi nama-nama anak bangsa ini yang memiliki kualitas tidak kalah dengan luar negeri melalui karya-karyanya kurang begitu mendapat pengakuan yang entah apa penyebab dan alasannya yang membuat mereka lebih memilih untuk tinggal di luar negeri.

Lantas siapa yang patut disalahkan, sebagai rakyat kecil yang peduli akan kemajuan dan kesejahteraan bangasa yang dicintainya, kita juga tidak bisa serta merta menyalahkan sepenuhnya kepada pemerintah atas kejadian ini. Masih banyak aspek yang perlu diperbaiki mulai dari diri kita sendiri, karena jika kita hanya mengandalkan orang lain bangsa ini tidak akan pernah maju dan mandiri, sering kali janji-janji yang ditawarkan tidak sesuai dengan harapan besar bangsa ini. Mari bersama-sama cintai produk-produk dalam negeri yang patut kita banggakan, jika bukan kita maka siapa lagi.

Mencintai Produk Dalam Negeri
Rate this post

Tanggal : Mencintai Produk Dalam Negeri

Mohammad Amar ShodiqDipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: