Investasi Bisnis OnlineDEDEYAHYA.web.id

Memberi itu Manis

(911 Views) | Mohammad Amar Shodiq

Di dalam bukunya Djapiter Tinambunan “Manajemen Jati diri” dikatakan bahwa Memberi itu manis, namun memberikan apa yang dulu tidak saya peroleh adalah lebih manis. Pandangan di atas menjelaskan kepada kita sebagai manusia bahwasanya di dalam kehidupan ini sebagai mankhluk sosial, kita selalu membutuhkan satu sama lain, sebagaimana ada yang memberi dan ada yang menerima, dan juga kita memberi dengan tujuan untuk membantu orang lain, serta berbagi kebahagiaan atas apa yang Allah karuniakan kepada kita akan sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Memberi tidak hanya berkaitan dengan materi atau barang saja, melainkan berkaitan dengan banyak hal yang diantaranya dijelaskan lebih lanjut oleh Djapiter Tinambunan bahwa memberi bisa terbagi ke dalam beberapa hal diantaranya.

  1. Memberi teladan

Sikap dan perilaku yang kita lakukan sehari-hari, disadari atau pun tidak selalu menjadi perhatian orang lain di sekeliling kita. Biasanya orang lain yang selalu melakukan interaksi atau berada di sekeliling kita lebih mengetahui bagaimana sikap kita dibandingkan kita sendiri, karena terkadang kita sendiri tidak mengetahui sikap kita seperti apa. Sebagaimana proyektor yang menampilkan gambar di depannya, sementara ia tidak mengetahui apa yang ditampilkannya itu.

Contoh lainnya adalah berkaitan dengan mata, setelah tertidur biasanya mata akan menyisakan adanya belek atau kotoran di sela-sela ujung mata tersebut, kemudian setelah itu kita melakukan aktivitas sehari-hari dan bertemu dengan orang lain seraya berkata “hey itu ada belek di mata kamu, kemudian orang yang diingatkan tersebut kembali melayangkan pernyataan yang sama kepada kita dengan mengatakan ‘lha bilang keorang lain, kamu itu juga ada. Mungkin dengan seketika maka kita akan merasa malu karena kejadian tersebut. demikian kiranya penjelasan tentang pernyataan yang mengatakan bahwa terkadang kita sendiri tidak mengetahui sikap kita seperti apa.

Kaitannya dengan memberi teladan sendiri adalah ketika kita mengingatkan sesuatu atau menyuruh melaksanakan sesuatu kepada orang lain, maka mau tidak mau kita juga sebelumnya harus melaksanakan apa yang kita perintahkan kepada orang lain itu, jangan sampai ada kejadian seperti di atas, ketika kita hendak memberi peringatan kepada orang lain, malah-malah kita malu sendiri dengan keadaan kita. Karenanya memberi teladan itu penting, dan juga dengan memberi maka seolah-olah kita telah menanam buah manis yang akan kita tuai nantinya.

  1. Membina hubungan dengan penuh perhatian

Segala sikap dan perilaku yang kita perbuat sehari-hari juga dirasakan oleh orang lain, jangan sampai di dalam membina hubungan kita berbuat sesuatu yang menyakitkan orang lain, karena dampak dari sikap dan perilaku kita itu. Dengan kata lain kita harus bisa tidak hanya bersimpati saja, melainkan juga berempati kepada orang lain dengan menghargai dan tidak meremehkan pendapat mereka.

Di samping itu, meski kita tidak bisa memberikan sesuatu kepada orang lain, setidaknya dalam membina hubungan juga kita harus bisa menunjukkan tindak tanduk yang baik, yang bisa memberikan kebahagiaan bagi orang lain, sehingga mereka merasa mendapatkan perhatian dan penghargaan dari kita.

  1. Memberi pengarahan

Dalam memberi pengarahan kepada orang lain, sebelumnya kita harus bisa memahami mereka terlebih dahulu, dengan begitu nantinya dia akan dengan senang hati menerima arahan yang kita berikan kepadanya.

Demikianlah penjabaran sederhana tentang memberi, dan ingatlah bahwa tidak ada sesuatu yang dianggap kecil dan tidak berguna di dunia ini selagi kita bisa memberikan sesuatu bagi orang lain, sekecil apapun itu, baik itu pikiran, tenaga, materi dan lain-lain. karena yang dilihat orang itu bukanlah seberapa besar jumlah pemberian kita, tapi seberapa besar kepedulian kita kepada mereka, karena memberi merupakan simbol kepedulian seseorang kepada orang lain.

 

 

Memberi itu Manis
Rate this post

Tanggal : Memberi itu Manis

Mohammad Amar ShodiqDipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Tags:
Categorised in: