Website DEDEYAHYA.web.id

Memaknai Hari Raya Qurban

(605 Views) | Mohammad Amar Shodiq

dWipena.com – Di dalam agama Islam, kita mengenal adanya dua hari raya yakni hari raya idul fitri dan hari raya idul adha. Salah satu hari raya yang akan dibicarakan disini adalah hari raya idul adha, atau yang dikenal dengan nama lain yakni hari raya qurban. Idul adha merupakan hari dimana umat Islam merayakan kemenangannya yang ke dua setelah melaksanakan hari raya idul fitri, idul adha sendiri dilaksananakan pada tanggal 10 dzulhijjah sesudah para jemaah haji melaksanakan wukuf di padang arafah.

Disebut hari raya qurban sendiri karena pada hari itu dilaksanakan kegiatan penyembelihan hewan qurban, kegiatan qurban sendiri dilakukan untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim, yang ketika itu mendapatkan perintah melalui mimpinya untuk mengorbankan putranya Nabi Ismail, kemudian Nabi Ibrahim mendiskusikan mimpi tersebut dengan anak dan istrinya, sehingga atas kecintaan Nabi Ibrahim kepada Allah yang berada di atas segalanya, beliau menuruti perintah tersebut dan kemudian Allah menggantikan Nabi Ismail dengan domba.

Banyak kiranya pelajaran yang dapat diambil dari kisah tersebut, diantaranya adalah kecintaan kepada Allah harus lebih kita utamakan dibandingkan dengan materi, manusia, dan hal yang lainnya, kemudian keikhlasan dalam mengorbankan segala sesuatunya dari Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Istrinya semata-mata hanya untuk Allah. Selain itu, ketabahan, kesabaran, serta sikap-sikap terpuji lainnya yang diajarkan dari keluarga Nabi Ibrahim dalam mempertahankan keimanannya kepada Allah, patut untuk kita tiru dan terapkan di dalam kehidupan.

Biasanya hewan-hewan qurban yang lazim disembelih di Indonesia sendiri adalah sapi dan kambing, tujuan dari dilakukannya kegiatan qurban tersebut adalah semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah SWT, dan mendekatkan diri kepada-Nya sebagaimana arti kata qurban itu sendiri yang berasal dari bahasa Arab yakni Qaraba.

Kaitannya dengan hal di atas, salah satu sunnah yang dianjurkan oleh agama dalam menyambut hari raya idul adha adalah dengan melaksanakan puasa arafah. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 dzulhijjah, puasa arafah dianjurkan karena memiliki nilai pahala yang sangat besar yakni dapat menghapus dosa-dosa selama dua tahun, yakni setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Hal demikian dilakukan bukan semata-mata agar diampuni segala dosanya dan membuat kita bebas melakukan apapun dalam kehidupan sehari-hari, lebih dari itu semua hal tersebut harus senantiasa dilaksanakan dilandasi karena mengharapkan ridha dan cinta dari Allah.

Namun demikian, jika melihat pada zaman modern yang kita jalani saat ini, umat manusia terutama yang beragamakan Islam dihadapkan kepada ujian yang sangat berat berkaitan dengan mempertahankan keimanannya. Hal ini ditunjukan dengan merosotnya nilai-nilai moral masyarakat, terutama di kalangan para remaja. Karenanya, melalui hari raya idul adha nantinya diharapkan dari kita semua, agar dapat mengambil ibrah (pelajaran) yang salah satunya melalui cerita Nabi Ibrahim sebagaimana dijelaskan di atas tadi.

Memaknai Hari Raya Qurban
Rate this post

Tanggal : Memaknai Hari Raya Qurban

Mohammad Amar Shodiq Dipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: