Investasi Bisnis OnlineDEDEYAHYA.web.id

Melupakan Sesuatu

(684 Views) | Mohammad Amar Shodiq

dWipena.com – Setiap manusia pasti pernah mengalami pengalaman yang menyakitkan di dalam hidupnya, entah itu oleh kekasih, teman, keluarga, sodara dan lain-lain. Salah satu hal yang terasa sulit untuk dilupakan adalah, ketika ada keinginan dari dalam diri kita untuk melangkah kembali setelah mengalami adanya keterpurukan dari pengalaman yang menyakitkan. Pengalaman-pengalaman yang kita alami tersebut, seperti melupakan seseorang yang dulunya merupakan orang terdekat kita, terkadang telah membekas dan memberi kesan yang mendalam yakni melupakan sesuatu yang berharga yang pernah kita alami bersama dengannya di dalam kehidupan ini. Karena terkadang meski kita berusaha dan mencoba sekuat apapun, perasaan yang pernah dialami tersebut selalu menghantui setiap derap langkah kehidupan ini.

Kecintaan seseorang terhadap sesuatu terkadang membutakan mata hatinya untuk berfikir logis, ia rela melakukan apapun untuk mempertahankan apa yang diyakininya berharga di dalam kehidupannya itu. Namun demikian, meski terkadang sesuatu yang dianggap berharga tersebut sekuat tenaga kita petahankan, seringkali kita dihadapkan pada kenyataan berupa sebuah kegagalan untuk mempertahankannya, sehingga kejadian itu membuat kita merasa terpuruk karenanya.

Air mata yang telah kita teteskan, curahan hati yang telah kita utarakan kepada orng lain dan orang-orang yang dipercayai di sekeliling kita, terkadang tidak mampu menghapuskan suatu kenangan yang telah tergoreskan dalam hati kita dan membuat kita selalu mengingatnya. Ada yang pernah berkata bahwa perasaan itu seperti luka disaat kita terjatuh, artinya ketika seseorang terluka maka ia akan senantiasa merasakan sakit dan mengobati luka tersebut dengan penuh kehati-hatian, dan juga ia menyadari jika luka yang ia rasakan karena terjatuh tersebut, tidak akan langsung sembuh seketika itu meski sudah diobati. Luka pun akan tetap membekas setelah ia sembuh dan tidak bisa dihilangkan keberadaannya, ketika kita melihatnya maka kita akan tersadar dan teringat kembali akan apa yang telah kita alami.

Demikianlah gambaran sederhana terkait dengan perasaan seseorang, kemudian apakah yang mesti kita lakukan dalam menyikapi kenyataan yang demikian. Hal pertama yang dapat kita lakukan adalah dengan berusaha merubah sikap dan perilaku kita dengan memulai untuk mencintai dan menghargai diri kita sendiri. Dengan menerima dan menyadari kenyataan hidup, yang di dalamnya ditemukan adanya ketidakbahagiaan, maka diri kita akan terbuka dan berlapang dada terhadap segala hal yang menimpa kita nantinya.

Kurangnya kepercayaan pada diri sendiri hanya akan membuat kita terpuruk, apalagi dibarengi prasangka yang tidak baik yakni membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain yang dirasa lebih bahagia, lebih menarik, lebih pintar dan lain sebagainya. Jika demikian, kita akan cenderung berfokus pada apa yang tidak kita miliki di dalam kehidupan ini, dan melupakan kelebihan yang kita miliki.

Untuk menumbuhkan kepercayaan diri memang bukan perkara yang mudah untuk dilakukan, akan tetapi dengan menerima diri kita apa adanya dan merasa berharga akan apa yang dimiliki, nantinya akan mempermudah jalan bagi kita untuk mencapai kepercayaan diri tersebut. Kita juga harus yakin pada kemampuan yang kita miliki, karena apa yang kita miliki tersebut tidak dimiliki oleh orang lain.

Selain itu, kita tidak boleh merasa terpuruk karena kenyataan yang menyakitkan yang pernah kita alami, manusia itu tumbuh dan dewasa juga melalui pengalaman-pengalaman yang ia jalani dari apa yang kehidupan ajarkan kepadanya. Dengan menyadari bahwa keterpurukan hanya akan membebani diri kita sendiri, kita akan menyadari bahwa itu tidak memberikan manfaat apapun. Dan ingatlah bahwa setelah kesulitan, maka besertanya selalu ada kemudahan yang menyertai, itulah yang agama ajarkan kepada kita.

 

Melupakan Sesuatu
Rate this post

Tanggal : Melupakan Sesuatu

Mohammad Amar ShodiqDipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: