Investasi Bisnis OnlineDEDEYAHYA.web.id

Mari Menulis

(416 Views) | Mohammad Amar Shodiq

Menulis merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang dalam menuangkan ide dan gagasan-gagasannya ke dalam sebuah tulisan. M. Quraish Shihab mengatakan di dalam bukunya “Dia Di Mana-Mana” bahwa melalui tulisan manusia mampu mentransfer pengetahuannya kepada orang lain, melalui tulisan pula seseorang akan tetap dikenal hasil pemikiran-pemikirannya, karena karya tulis seseorang dapat menjadi lebih panjang dari usia penulisnya sendiri.

Pandangan di atas menunjukan bahwa menulis itu sangatlah penting, mengenai menulis sendiri kita bisa belajar dari guru-guru kita semisal M. Quraish Shihab, beliau merupakan sosok guru besar pakar tafsir yang begitu mencintai ilmu, dan juga beliau merupakan sosok yang produktif di dalam menulis, hal ini dibuktikan dengan banyaknya karya-karya tulisan beliau yang beredar di tanah nusantara ini, terutama karya fenomenal beliau yakni Tafsir al-Misbah.

Selain itu juga kita mengenal adanya Haji Abdul Malik Karim Amrullah, atau lebih dikenal dengan sebutan Buya Hamka, beliau juga merupakan guru besar yang mengabdikan hidupnya untuk ilmu, karena beliau sangat mencintai ilmu. Sudah begitu banyak karya-karya tulisan beliau yang diangkat ke layar lebar seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Sebagaimana Quraish Shihab, Buya Hamka juga dikenal dan mempunyai tulisan fenomenal yakni Tafsir al-Azhar.

Penulis lainnya seperti Tere Liye yang telah banyak melahirkan karya-karya best seller, dan juga ada nama lain seperti Asma Nadia yang beberapa tulisannya telah diangkat ke layar lebar seperti Surga Yang Tak Dirindukan, dan masih begitu banyak penulis-penulis lainnya yang telah berbagi ilmu, berbagi pengalaman, menghibur kita, dan lain-lain melalui tulisan-tulisan mereka.

Karenanya sungguh sangat istimewa dan kita patut berbangga diri, bahwa di negeri tercinta ini banyak terlahir penulis-penulis handal, yang rela meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk sekedar berbagi ilmu pengetahuan, pengalaman dan pemikiran-pemikirannya kepada kita. Meski memang seperti apa yang pepatah katakan “tidak ada gading yang tak retak” hal ini menjelaskan kepada kita bahwasannya tidak ada kesempurnaan di dunia ini. Ahmad Fuad Effendy juga mengatakan bahwa setiap tulisan pasti mengandung banyak kekurangan bahkan mungkin kesalahan, sebagaimana tulisan sederhana ini meski usaha yang sungguh-sunguh telah dilakukan karena keterbatasan pengetahuan, sempitnya wawasan dan kurang tajamnya pemikiran dari penulis pasti memiliki banyak kekurangan di dalamnya.

Apa yang terhidangkan di dalam penjelasan sederhana di atas hanyalah setetes air yang diambil dari lautan, yang menjelaskan bahwasanya manfaat menulis itu sangatlah banyak sekali. Kiranya kita juga bisa mengambil secercah hikmah atau ibrah dari penjelasan tersebut, selain itu juga menjadi sebuah ajakan dan motivasi kepada kita semua, untuk terus dan terus belajar meningkatkan kemampuan diri melalui membaca dan menulis.

Mari Menulis
Rate this post

Tanggal : Mari Menulis

Mohammad Amar ShodiqDipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: