Website DEDEYAHYA.web.id

Mari Mencintai

(848 Views) | Mohammad Amar Shodiq

dWipena.com – Perlu kita ketahui, bahwa jatuh cinta dan mencintai itu memiliki perbedaan makna di dalamnya, ada yang mengatakan bahwa jatuh cinta itu didasarkan kepada hawa nafsu semata, sementara mencintai didasarkan kepada kasih sayang yang tumbuh di dalam relung hati seseorang untuk menerima dengan tulus orang yang dicintainya. Selain itu, jatuh cinta selalu diombang ambing oleh adanya perasaan yang tidak menentu pada diri seseorang, ia bisa mencintai seseorang dilatarbelakangi motif karena kecantikannya atau ketampanannya, hartanya, kedudukannya dan lain sebagainya, dan ketika ada hal lain yang mempunyai kelebihan dari yang disebutkan sebelumnya, ia akan mudah tergoda oleh rayuan yang tidak dimiliki oleh pasangannya.

Sementara itu, mencintai adalah perasaan yang tumbuh pada diri seseorang tanpa adanya paksaan karena sesuatu hal, ia datang dengan sendirinya tanpa adanya undangan dan pemberitahuan terlebih dahulu. Mencintai didasari dengan perasaan yang tulus untuk menerima kelebihan dan kekurangan siapapun yang dicintainya itu. Namun demikian, meski di dalam mengungkapkan perasaan cinta kepada orang lain, terkadang sering kali dihadapkan pada kenyataan bahwa cinta itu kadang kala memberikan kebahagiaan, dan tidak jarang pula ia menghadapkan kita pada kesedihan.

Lantas mengapa demikian, kiranya perlu kita sadari bahwa untuk mewujudkan kebahagiaan dan keutuhan cinta, seseorang harus menyampaikan perasaan cinta itu kepada orang yang dicintainya tersebut, setelah perasaan yang kita sampaikan diterima maka kebahagiaan dan keutuhan cinta akan terjalin dalam sebuah ikatan suci. Berbeda halnya dengan ketika seseorang menyampaikan perasaan cintanya kepada orang lain, kemudian ia tidak mendapat balasan dari yang dicintanya itu, maka tentu perasaan kecewa dan kesedihanlah yang akan dirasakannya.

Sebagai perumpamaan, ketika seseorang membagikan sebuah cahaya api dari lilin kepada lilin orang lain, apakah api yang dibagikan oleh orang tersebut akan semakin kecil, dan ketika semua lilin yang diberi api tadi telah menyala, apakah akan lebih terang atau lebih redup jika dibandingkan dengan saat hanya satu lilin saja yang menyala. Kaitannya dengan cinta sendiri, dengan memberikan dan mengutarakan cinta kita kepada orang lain yang kita cintai, apakah ada cinta yang diambil oleh orang lain yang kita cintai tersebut, dan menjadikan cinta kita berkurang.

Perumpamaan demikian menjelaskan kepada kita bahwa cinta itu tidak pernah padam bila kita maumembagikannya kepada orang terdekat kita baik itu keluarga, sahabat dan orang lain yang kita cintai. Bahkan cahaya dari cinta itu akan lebih terang saat dibagikan ke orang lain. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah Saw kepada kita bahwa, “Tidak dikatakan beriman salah seorang diantara kalian, sehingga ia mencintai sodaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”.

Oleh karena itu, marilah mencintai dan menebarkan benih-benih cinta kepada orang lain yang kita cintai. Namun demikian, terkadang sebagian orang sering menyalah artikan cinta, dan kerap kali menyalahkan cinta, apalagi ketika cintanya tidak terbalas oleh orang lain. Padahal hakikat cinta itu adalah suci dan bersih dari prasangka apapun, karena ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “kita tidak bisa menyalahkan cinta, karena bukan kita yang memilih siapa yang akan kita cintai, melainkan cintalah yang mendataangi kita untuk siapa cinta itu nantinya diberikan.

Mari Mencintai
Rate this post

Tanggal : Mari Mencintai

Mohammad Amar Shodiq Dipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: