Investasi Bisnis OnlineDEDEYAHYA.web.id

Mari Belajar Dari Orang-Orang Hebat

(580 Views) | Mohammad Amar Shodiq

dWipena.com – Setiap manusia dikaruniai oleh Allah berupa adanya kekurangan dan kelebihan masing-masing, orang yang sukses dan orang yang gagal di dalam kehidupannya juga diberikan waktu yang sama yakni 24 jam. Kemudian apakah yang menjadi pembeda, sehingga orang-orang tersebut bisa meraih kebahagiaan berupa kesuksesan yang mereka torehkan di dalam kehidupannya itu. Mungkin salah satu pertanyaan itulah yang kiranya akan ditanyakan oleh kita dalam menyikapi pernyataan di atas.

Jawaban untuk pertanyaan demikian salah satunya bisa dijawab melalui adanya kemauan dari diri kita untuk belajar dari orang-orang hebat, tentang bagaimana kisah perjuangan hidupnya sehingga mereka bisa mewujudkan kesuksesan tersebut. Salah satu kisah yang mungkin tidak asing lagi di telinga kita adalah mengenai Thomas Alfa Edison, ia dikenal sebagai ilmuan besar yang telah menemukan banyak penemuan-penemuan besar pada masanya. Perlu diketahui, Thomas Alfa Edison pada masa kecilnya telah divonis oleh gurunya sebagai orang yang bodoh, sampai-sampai ia dikeluarkan dari sekolahnya, akan tetapi ada seorang malaikat yang selalu ada mendampingi Thomas Alfa Edison ini, malaikat itu percaya sepenuhnya terhadap kemampuan yang dimiliki oleh anaknya, ia adalah ibundanya sendiri yang kemudian mendidik dan membesarkanya, sehingga Thomas Alfa Edison tumbuh menjadi seorang yang hebat.

Tidak lupa juga, kita bisa belajar dari kisah hidup seseorang yang kita imani di dalam agama Islam, yakni Nabi Muhammad SAW yang menjadi suri tauladan bagi kita sebagai umatnya, sebagaimana ditegaskan di dalam al-Qur’an surat al-Ahzab ayat 21, tentu sudah menjadi kewajiban bagi kita sebagai umatnya untuk meneladani beliau. Nabi Muhammad dari sejak di dalam kandungan sudah ditinggalkan oleh ayahnya, setelah Nabi dilahirkan dan menginjak usia beberapa tahun kemudian beliau ditinggalkan oleh ibunya, sehingga menjadi yatim piatu, dan setelah itu Nabi Muhammad diasuh oleh pamannya.

Di dalam perjalanan hidupnya, Nabi muhammad tumbuh dewasa tanpa ditemani oleh ke dua orang tua, akan tetapi beliau menjadi seorang yang hebat dan sukses di dalam menjalani kehidupannya, baik itu sebagai seorang pedagang, pemimpin keluarga dan agama, sebagai seorang guru dan lain-lainnya.

Maka tidak mengherankan, banyak dari kalangan non-muslim juga yang mengakui kehebatan dan keagungan akhlak Nabi, sebagaimana Michael Hart yang memposisikan Nabi Muhammad di urutan pertama dalam karyanya yang berjudul 100 orang yang berpengaruh di dunia. Bertumpu pada beberapa penjelasan di atas, dapat diambil sebuah benang merah bahwa kekurangan yang dimiliki tidak harus menjadikan seseorang lupa diri dan merasa kecewa akan kenyataan hidup yang menimpanya. Keyakinan diri sangatlah diperlukan, dengan meyakini bahwa Allah tidak semata-mata menciptakan sesuatu tanpa ada maksudnya, lebih dari itu semua di balik kekurangan yang kita miliki, tanpa disadari terdapat potensi besar dan kelebihan yang perlu diyakini.

Hal demikian kiranya dapat menggugah hati dan pikiran kita bahwa kita bisa belajar melalui perjalanan orang-orang yang menorehkan sejarah yang hebat sehingga bisa meraih kesuksesan mereka.

Mari Belajar Dari Orang-Orang Hebat
Rate this post

Tanggal : Mari Belajar Dari Orang-Orang Hebat

Mohammad Amar ShodiqDipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: