Investasi Bisnis OnlineDEDEYAHYA.web.id

Kondisi dan Prospek Pendidikan di Indonesia

(923 Views) | Mohammad Amar Shodiq

Seiring derasnya persaingan berupa kompetisi global di dunia pendidikan, kerap kali membuat begitu banyak permasalahan, baik itu dari kalangan internal, maupun permasalahan dari eksternal pendidikan itu sendiri. Apalagi jika melihat secara keseluruhan kondisi pendidikan yang ada di Indonesia kiranya masih jauh dari harapan besar bangsa ini, mengingat akan pentingnya pendidikan, para pendahulu kita telah merumuskan cita-cita bangsa Indonesia dalam pembukaan UUD 1945 yakni dalam rangka “mencerdaskan kehidupan bangsa”, dan hal tersebut hanya bisa dicapai melalui pendidikan.

Pendidikan kita dewasa ini dihadapkan kepada banyaknya permasalahan yang kompleks, yang menjadi batu sandungan yang menjadikan kurang berhasilnya sistem pendidikan kita diantaranya pendidikan yang ada tidak berorientasi pada pembentukan kepribadian, namun lebih pada proses pengisian otak (kognitif) pada anak didik. Pendidikan, khususnya pendidikan nasional mempunyai kedudukan yang sangat penting, sebab selain berfungsi meningkatkan mutu kehidupan dan martabat bangsa, yaitu sebagai manusia-manusia yang cerdas, pendidikan berfungsi menginternalisasikan dan membangun nilai moral.

Salah satu tujuan pendidikan tadi yakni dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, harus senantiasa dilandasi jiwa yang kokoh dalam arti didasarkan kepada pancasila dan agama. Selain itu juga, kiranya hal ini selaras denga tujuan yang dirumuskan di dalam lagu kebangsaan Indonesia yang berbunyi “bangunlah jiwanya bangunlah badannya”. Artinya sebelum seseorang diajarkan berbagai disiplin keilmuan yang memberinya pengetahuan dan menjadikannya cerdas, peserta didik harus senantiasa dibangun jiwanya terlebih dahulu agar kokoh, setelah itu baru pada tahap membangun badannya (kecerdasan), karena pendidikan tidak hanya berorientasi kepada nilai dan sebatas transfer ilmu pengetahuan saja.

Meski demikian, memang keadaan kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia dan Thailand apalagi Singapore, dilihat dari karya ilmiah hasil penelitian berupa pengembangan keilmuan dan temuan ilmu pengetahuan baru. Masih minimnya budaya research di kalangan para akademisi pendidikan, dosen dan lain-lain memang kerap dibanding-bandingkan dengan negara lainnya, namun hal itu tidak mesti membuat kita patah semangat karena berdalih kurangnya alokasi dana untuk penelitian. Pentingnya research tetap harus dibudayakan terutama di kalangan PTS dan PTN dalam meneliti dan menghasilkan karya yang bisa bermanfaat bagi kepentingan pengembangan pendidikan sendiri, serta bisa bersaing dikalangan internasional.

Selain itu juga, permasalahan lain yang perlu menjadi renungan dan perlu adanya kajian ulang adalah berkaitan dengan administrasi di dalam pendidikan, yang saat ini sering kali dirasakan sebagai batu sandungan di kalangan para pelaksana pendidikan khususnya guru, dosen dan lain-lain. Guru seringkali mengeluh karena kesehariannya disibukkan hanya mengurusi masalah administrasi, sehingga tidak jarang yang seharusnya pada saat itu juga waktu untuk mengajar sering terkorbankan hanya untuk mengurusi administrasi saja. Siswa sebagai pembelajar juga kerap kali terabaikan, karena kesibukan gurunya itu. Posisi dilematis juga dirasakan oleh para guru, karena ketika administrasi itu tidak dikerjakan maka akan berdampak kepada keberlangsungan kehidupan guru itu, sementara guru juga membutuhkan biaya dan lain-lainnya untuk menghidupi dirinya.

Beberapa hal di atas kiranya menjadi bahan perenungan bagi kita bahwa, pendidikan dalam pelaksanaannya memang tidak akan pernah terlepas dari adanya permasalahan yang menghambat keberhasilan tujuan penyelenggaraan pendidikan itu. Akan tetapi, jika kita menyadari kepada tugas dan tujuan mulia sebagai orang yang berkecimpung di dunia pendidikan, yang peduli kepada pendidikan dan kemajuan bangsa ini, maka masalah sebanyak dan sebesar apapun akan bisa diatasi jika bersama-sama saling bahu membahu bergotong royong baik itu dari pemerintah, guru, masyarakat dan semua pihak untuk senantiasa berada di garda terdepan dalam memperbaiki setiap permasalahan dan dalam rangka memajukan pendidikan di Indonesia.

Kondisi dan Prospek Pendidikan di Indonesia
Rate this post

Tanggal : Kondisi dan Prospek Pendidikan di Indonesia

Mohammad Amar ShodiqDipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: