Investasi Bisnis OnlineDEDEYAHYA.web.id

Kitab Kuning Sebagai Sumber Ilmu Agama Islam

(2636 Views) | Mohammad Amar Shodiq

Berbicara mengenai pesantren, khsusnya pesantren tradisional tidak bisa terlepas dari adanya kitab-kitab klasik berbahasa Arab yang ditulis oleh ulama-ulama berabad-abad yang lalu yang menjadikannya sebagai kajian dan sumber ajaran agama baik itu berupa ilmu tafsir, hadis, fiqih, tauhid, ilmu alat dan lain-lain. Di Indonesia sendiri kitab-kitab klasik tersebut dikenal dengan nama kitab kuning, hal ini dikarenakan kitab-kitab tersebut dituliskan di kertas yang berwarna kuning.

Tidak seperti ilmu pengetahuan yang lain, sebagai bagian yang tidak dapat terpisahkan dari agama Islam, kitab kuning menjadi sumber ilmu yang tidak lekang oleh zaman dari masa-kemasa. Di sisi lain, Martin Van Bruinessen mengatakan bahwa adanya kitab kuning bukanlah hasil asli dari indonesia, melainkan mencerminkan dan memiliki akar pengaruh dari luar Indonesia seperti Makkah dan Madinah, karena semua kitab kuning dituliskan dengan bahasa Arab, dan sebagian ditulis sebelum Islam masuk ke tanah Nusantara. Meski demikian terdapat adanya kitab karangan ulama yang berasal dari Indonesia sendiri seperti Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani yang mengarang kitab yang terkenal dan sering dipelajari di pesantren-pesantren salafi yakni kitab Sullam al-Munâjah syarah Safînah al-Shalâh dan ulama-ulama lain yang menulis syarah kitab kuning.

Namun demikian, telah terjadi perubahan dalam perkembangannya kemudian, kitab kuning ditulis tidak hanya dengan menggunakan bahasa Arab saja, melainkan kitab-kitab tersebut kemudian banyak yang diterjemahkan oleh para ulama ke dalam berbagai bahasa daerah yang ada di Indonesia. Karena itu, hal ini tentunya merupakan suatu khazanah Islam yang harus tetp dijaga keberadaannya agar tetap terpelihara, dan peranan pondok pesantren salah satunya adalah memelihara keberadaan kitab kuning tersebut.

Keberadaan kitab kuning jelaslah bukan semata-mata hanya menjadi hiasan dinding dan lemari saja, melainkan kitab kuning akan tetap terjaga keberadaannya dengan adanya pesantren yang memang di dalamnya mengaji kitab-kitab kuning. Semenjak teknologi mengalami kemajuan, keberadaan kitab kuning tidak semudah dicetak seperti sekarang ini yang begitu mudahnya dengan adanya mesin cetak. Karena buku-buku cetak pada masa dulu merupakan hal yang baru tidak seperti saat ini. Dimana pada masa sebelum dikenal adanya mesin cetak dikatakan oleh Martin Van Bruinessen bahwa kebanyakan kitab-kitab dipesantren itu masih dalam bentuk naskah tangan yang kemudian disalin oleh para santri.

Kitab kuning jika dikelompokkan berisikan pelajaran-pelajaran yang memuat adanya banyak bidang keilmuan, baik itu kitab kuning yang membahas tetang fiqih, muamalah, hadis, tafsir al-Qur’an, aqidah dan lain-lain. Di samping itu pula, kitab kuning tidak memiliki adanya harakat seperti kitab al-Qur’an yang memudahkan kita membacanya, akan tetapi ketika kita hendak membacanya diperlukan adanya pemahaman akan ilmu kebahasaan, khususnya bahasa Arab yang dikenal dengan (ilmu nahwu dan sharaf).

Karenanya, pemahaman akan ilmu kebahasaan bagi seseorang yang hendak memperdalam kitab kuning merupkan sebuah keharusan, dimana nantinya ketika ilmu kebahasaan tersebut sudah kita pahami betul dan dikuasai, semua sumber ajaran agama yang terkandung di dalam kitab-kitab kuning akan senantiasa mudah untuk kita pelajari.

 

 

Kitab Kuning Sebagai Sumber Ilmu Agama Islam
Rate this post

Tanggal : Kitab Kuning Sebagai Sumber Ilmu Agama Islam

Mohammad Amar ShodiqDipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: