Website DEDEYAHYA.web.id

Kebiasaan Menunda-Nunda Waktu

(1271 Views) | Mohammad Amar Shodiq

Waktu selalu mengitari setiap derap langkah kehidupan kita sebagai manusia, karena melalui waktu manusia senantiasa mengalami adanya perubahan dari semenjak ia kecil, kemudian dewasa sampai hari tua. Ada yang pernah mengatakan bahwa “penyesalan itu selalu terasa di belakang”, maksud dan kaitannya dengan waktu sendiri adalah, kita sebagai manusia sering kali membuang-buang waktu yang dianugerahkan Allah di dalam kehidupan ini, sehingga kita kurang bisa menghargainya. Dan ketika beranjak dewasa barulah biasanya kita merasakan penyesalan karena selama hidup ini kurang bisa memanfaatkan dan menjaga waktu.

Waktu sangatlah penting di dalam kehidupan ini, sampai-sampai Allah bersumpah demi waktu di dalam al-Qur’an, hal tersebut menunjukkan bahwa waktu itu sangatlah penting, karena waktu tidak akan pernah kembali lagi, ia akan senantiasa terus dan terus bergerak tanpa mengulangi apa yang sudah dilewatinya itu. Namun demikian meski kita telah menyadari akan pentingnya waktu di dalam kehidupan, nyatanya masih banyak orang yang tidak bisa menghargai waktunya, salah satunya adalah kebiasaan yang sering kita lakukan yakni menunda-nunda waktu.

Kebiasaan menunda-nunda waktu kerap kali kita lakukan dalam segala dimensi, salah satunya ketika kita mempunyai pekerjaan, atau pun tugas dari sekolah, kampus dan lain-lain. Kebiasaan-kebiasaan seperti itu tanpa kita sadari akan memberikan dampak yang buruk ke depannya bagi kehidupan kita sendiri, dan juga dengan bersikap demikin menunjukkan sifat dan perilaku kita yang sebenarnya, yakni kurang bisa menghargai waktu.

Sebagai contoh, disekolah atau dikampus ketika kita diberikan tugas oleh guru atau dosen, biasanya mahasiswa maupun pelajar selalu menunda-nunda untuk mengerjakan tugas tersebut, barulah ketika hari dimana tugas tersebut akan dikumpulkan timbul kesadaran untuk mengerjakannya, padahal dari jauh-jauh hari sebelumnya kita masih mempunyai banyak waktu luang untuk mengerjakan tugas tersebut. Jika kebiasaan seperti demikian kita lakukan berulang-ulang semenjak kecil dari mulai menginjak SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi, maka jangan heran jika kebiasaan tersebut akan menjadi watak yang sulit dirubah nantinya.

Kendati demikian, kita mungkin tahu hal apa yang akan kita lakukan di hari esok, tapi perlu kita sadari juga bahwa kita tidak akan pernah mengetahui apa yang akan terjadi di hari esok itu, tidak ada kata terlambat untuk berbuat sesuatu sepanjang itu baik bagi kita. Karenanya mulai sekarang dan mulai saat ini juga, sebisa mungkin kita bisa menghargai setiap waktu yang ada.

Ada pepatah yang mengatakan tentang waktu yang berbunyi demikian. Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan. Ambilah waktu untuk berdo’a, itu adalah sumber ketenangan. Ambilah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan. Ambilah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan. Ambilah waktu untuk memberi, itu dapat membuat hidup terasa berarti. Ambilah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.

Dari waktu kita belajar banyak hal yang salah satunya adalah tentang bagaimana menghargai sesuatu. Bukankah ketika kita kehilangan sesuatu yang sangat berharga di dalam kehidupan ini, kita akan merasa kehilangan dan sedih karenanya. Oleh sebab itu, jangan sampai menyia-nyiakan waktu dengan menunda-nunda apa yang bisa kita perbuat pada saat itu, karena penyesalan, kesedihan dan kehilangan pun akan dirasakan nantinya jika kita tidak menghargai waktu, karena waktu yang telah lewat ketika hilang ia tidak akan pernah kembali lagi.

 

Kebiasaan Menunda-Nunda Waktu
Rate this post

Tanggal : Kebiasaan Menunda-Nunda Waktu

Mohammad Amar Shodiq Dipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: