Website DEDEYAHYA.web.id

Fotamorgana Ibu Kota

(434 Views) | Mohammad Amar Shodiq

dWipena.com – Jakarta merupakan ibu kota bagi negara Indonesia, dengan menyandang status sebagai ibukota negara, Jakarta menawarkan berbagai macam fasilitas yang ada dengan segala kegemerlapan yang membuat orang tertarik untuk datang kesana. Akan tetapi di sisi lain jakarta juga merupakan kota metropolitan yang tidak sedikit membuat orang merasa tidak nyaman tinggal disana karena keadaannya.

Lantas keadaan seperti apa yang sebenarnya ada di kota Jakarta, yang membuat Jakarta menjadi primadona sebagai tempat destinasi untuk didatangi, baik itu untuk hanya sekedar rekreasi, menuntut ilmu, ataupun untuk bekerja mengais rejeki disana? Mungkin ini beberapa pertanyaan yang akan kita tanyakan oleh kita. Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah tanyakanlah kepada diri kita apakah kita sudah siap ketika hendak pergi kesana? karena tidak sedikit orang yang terpengaruh gaya hidup yang disuguhkan di kota-kota besar baik itu gaya hidup yang hedonis, pergaulan bebas, individual dan lain-lain.

Dari data statistik yang ditunjukan di media-media masa baik itu cetak maupun elektronik selalu memberitakan bahwa kebanyakan orang-orang yang datang ke Jakarta adalah untuk mengundi nasibnya dengan bekerja. Apakah dengan pergi kesana akan menjamin kita untuk mendapatkan pundi-pundi rejeki yang kita harapkan, tentu tidak bukan. Jika ditelusuri lebih lanjut dari segi kenyamanan, bagi orang-orang tertentu seperti yang sudah berkeluarga, ketika disuruh memilih untuk hidup di desa atau di Jakarta, mereka lebih merasa nyaman untuk tinggal dan bekerja mencari penghasilan di desa tempat tinggalnya dibandingkan dengan pergi ke kota.

Kehidupan di desa dirasa lebih nyaman dikarenakan beberapa hal, diantaranya keadaan lingkungan pedesaan yang masih asri, dan ketika orang hidup di desa, dia tidak akan merasa jauh dari orang-orang yang dekat dalam hidupnya. yang menjadi sorotan adalah ketika seseorang pergi merantau ke Jakarta, setiap tahun khususnya bagi orang-orang muslim selalu merayakan tradisi mudik lebaran untuk menemui sanak sodara, teman dan keluarga mereka. Hal ini menunjukkan bahwa sejauh apapun seseorang pergi, maka dia akan datang kembali ke kampung halamannya untuk menemui orang-orang yang ia cintai.

Perlu kita ketahui juga bahwa, dengan adanya kenyataan yang demikian kita perlu lebih bijaksana dalam memilih dan mengambil keputusan untuk pergi ke Jakarata. Tidaklah semua yang terlihat manis itu dapat memberikan suatu kesan yang baik bagi kita, seperti bunga mawar yang terlihat manis dan sedap dipandang mata, tapi di sekelilingnya terdapat duri yang sudah menyambut kita ketika kita mendekatinya.

Karenanya penting bagi kita untuk mempertimbangkan matang-matang ketika hendak pergi ke suatu tempat yang akan kita tuju, pencaritahuan informasi terhadap keadaan tempat tersebut juga sangatlah dibutuhkan untuk referensi bagi kita kedepannya. Tujuan dan niat yang kita putuskan dari awal itu penting kita pertahankan, ketika seseorang hendak berniat untuk menuntut ilmu, tidak jarang niat awal mereka menyeleweng karena terpengaruh kehidupan di Jakarta, dan tidak sedikit pula orang yang berniat untuk bekerja, mereka terbuai dengan keadaan lingkungan yang memaksanya menghambur-hamburkan rejeki yang mereka kumpulkan dari hasil kerjanya untuk sekedar berfoya-foya dan mencari kesenangan.

Alangkah lebih baik bagi kita dalam mengembangkan perekonomian di daerah kita sendiri tanpa harus pergi jauh ke Jakarta. Tetapi tidak ada salahnya pula ketika seseorang memutuskan pergi ke Jakarta, dikarenakan kurang tersedianya lapangan pekerjaan, tidak adanya lembaga pendidikan yang berkualitas seperti di kota-kota besar, serta tidak tersedianya tempat-tempat tujuan berwisata dan ketika bekerja di rumah hasil yang didapatkan tidak sebanding dengan harapan yang lantas membuat mereka lebih memilih untuk merantau ke Jakarta.

Banyak orang yang pergi ke jakarta dengan tujuan untuk memperbaiki keadaan ekonominya agar lebih baik, tetapi tidak jarang pula dikarenakan tuntutan keadaan, terkadang memaksa mereka untuk bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup yang dirasa semakin meningkat memaksa mereka untuk menghalalkan segala cara. Padahal kenyataan demikian tidaklah harus membuat kita menghalalkan segala cara untuk memenuhinya. Baik dan buruknya sesuatu bergantung kepada kita dalam memilihnya, nilai-nilai ajaran keagamaan harus kita jaga dan kita jadikan sebagai tameng yang dapat menghalau segala godaan dan tantangan yang menerjang kita nantinya ketika kita pergi ke kota Jakarta. Yang perlu diingat adalah penampilan itu sering menipu seperti fotamorgana, maka dari itu segala pilihan dan keputusan kembali kepada diri kita masing-masing yang menjalaninya.

Fotamorgana Ibu Kota
Rate this post

Tanggal : Fotamorgana Ibu Kota

Mohammad Amar Shodiq Dipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: