Website DEDEYAHYA.web.id

Dampak Kekeringan dan Sikap Manusia

(1338 Views) | Mohammad Amar Shodiq

dWipena.com – Kekeringan merupakan dampak dari apa yang kita kenal dengan El Nino. El Nino dikenal sebagai gejala gangguan iklim yang diakibatkan oleh naiknya suhu permukaan laut samudera pasifik, sehingga mengakibatkan perubahan pola angin dan hujan yang mengakibatkan berkurangnya curah hujan di Indonesia. Musim kemarau berdampak kepada terjadinya kekeringan di berbagai wilayah Indonesia, terutama di daerah-daerah yang memang sangat kesulitan mendapatkan air, seperti daerah-daerah tertentu di Gunung Kidul Yogyakarta.

Dampak yang ditimbulkan dari kekeringan sendiri sangatlah beragam, salah satunya adalah bagi orang-orang yang tinggal di suatu daerah tertentu, mereka dihadapkan kepada keadaan yang sulit untuk mendapatkan air bersih dalam memenuhi kebutuhan kesehariannya. Selain itu juga dengan adanya kekeringan yang melanda, hektaran lahan yang terdapat tanaman-tanaman di dalamnya, terutama padi mengalami gagal panen karena kekurangan air, padahal padi merupakan kebutuhan utama masyarakat Indonesia.

Apakah hanya sampai disitu saja dampak yang ditimbulkan dari adanya kekeringan, ternyata dampaknya tidak hanya sampai pada apa yang telah dijelaskan di atas. Karena kekeringan, dapat memicu terjadinya kebakaran-kebakaran hutan seperti di Riau yang menimbulkan asap yang pekat, sehingga membuat semua orang terganggu karenanya, bahkan banyak yang terkena sakit saluran pernapasan terutama dari kalangan anak-anak.

Ditambah lagi adanya kekeringan terkadang dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab akan lingkungan sekitarnya, mereka entah itu dilatarbelakangi kesengajaan atau pun tidak, melakukan pembakaran hutan hanya untuk dijadikan sebagai lahan. Keadaan yang seperti itu tentunya menjadi ironi dan membuat kita yang tidak bisa berbuat apa-apa mengelus dada, kenapa bisa sampai terjadi hal demikian, tidakkah mereka menyadari bahwa apa yang dilakukannya tersebut bisa membahayakan bagi orang-orang disekitarnya dan keluarganya sendiri.

Sehubungan dengan hal itu, tidak dapat dipungkiri, bahwa air memang sangatlah dibutuhkan manusia di dalam kehidupan sehari-hari, baik itu digunakan untuk keperluan manusia, untuk tanaman dan lain sebagainya. Oleh karena itu, hemat akan air juga perlu kiranya dilakukan oleh kita dengan tidak membuangnya secara cuma-cuma, apa lagi disaat kekeringan melanda. Selain itu juga, yang kiranya perlu menjadi perhatian bagi kita adalah bagaimana seharusnya kita bisa mengucapkan rasa syukur kita kepada Allah atas limpahan karunia dan rahmatnya selama ini.

Sebagai manusia, kita sering kali mengeluh atas apa yang dialami di dalam kehidupan sehari-hari, dan keluhan itu biasanya tercermin melalui kata-katanya yang kita ucapkan, seraya berkata ketika musim hujan “Aduh ko hujan terus ya, ngga berhenti-berhenti, kapan berhentinya”. Kemudian ketika musim kemarau tiba mereka juga berkata “Aduh ko tidak hujan-hujan ya, kapan hujannya ini, panas banget” dan keluhan-keluhan lainnya sering kali terlontar dari mulut kita ini.

Begitulah cerminan kita, jika yang terjadi demikian, maka marilah kita saling mengucap rasa syukur kita kepada Allah atas segala limpahan rahmat dan karunianya selama ini, dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan kita sendiri seperti membuang air secara cuma-cuma, kemudian menjaga lingkungan sekitar dan hutan-hutan di sekeliling kita dengan tidak menebangi dan membakarnya, karena salah satu fungsi hutan adalah menyimpan air dan oksigen, yang kedua-duanya itu sangat diperlukan keberadaannya oleh kita.

 

Dampak Kekeringan dan Sikap Manusia
Rate this post

Tanggal : Dampak Kekeringan dan Sikap Manusia

Mohammad Amar Shodiq Dipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: