Website DEDEYAHYA.web.id

Cara Berhemat Demi Masa Depan

(611 Views) | Mohammad Amar Shodiq

dWipena.com – Di dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti selalu mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu demi memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Bagi seseorang yang sudah dewasa, tentu ia tidak bisa menggantungkan kehidupannya kepada ke dua orang tuanya, apalagi ia sudah tidak tinggal bersama orang tuanya lagi, maka ia dituntut untuk lebih bisa mandiri di dalam menjalani kehidupannya.

Demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya tentu seseorang harus bekerja untuk mendapatkan penghasilan sendiri. Akan tetapi, terkadang kebanyakan orang tidak menyadari bahwa hari demi hari yang mereka lalui untuk bekerja demi mengumpulkan pendapatan yang tidak seberapa sampai sebulan penuh, kemudian baru ia mendapatkan gaji dari hasil kerja kerasnya tersebut, sering kali begitu saja dihabiskan selama sehari untuk membeli sesuatu yang kurang memiliki nilai jangka panjang dan hanya memenuhi keinginannya saja. Maka sering kali kita mendengar ada yang mengatakan bahwa “mencarinya susah, akan tetapi menghabiskannya yang mudah”

Untuk menyikapi kenyataan yang demikian, perlu kiranya kita terapkan kebiasaan untuk berhemat dan hidup sederhana, diantara beberapa cara yang dapat dilakukan untuk berhemat adalah.

  1. Rajin menabung dengan menyisihkan uang sehari-hari

Jika kita renungkan untuk konsumsi sehari-hari bagi peroko semisal, sehari untuk membeli roko mungkin ada yang sampai menghabiskan uang sebesar 10.000 rupiah. Dengan menyisihkan dan menabungkan uang kita setiap hari minimal 10.000 rupiah itu, maka jika dikalikan selama tiga puluh hari akan terkumpul uang sebesar 300 ribu, kemudian jika dikalikan di dalam setahun maka jika diakumulasikan tanpa terasa akan terkumpul uang sebesar 3.200.000 rupiah, tentu nominal demikian merupakan jumlah yang lumayan bagi kita.

Dengan menabungkan uang, secara tidak langsung kita telah mempersiapkan cadangan/ investasi bagi masa depan kita sendiri, karena jika tidak disiasati demikian maka perilaku boros sering kali menghinggapi kita, apalagi bagi kalangan remaja yang belum bisa mengelola keuangan mereka.

  1. Pentingkan kebutuhan bukan keinginan

Bagi para remaja, ketika ia mempunyai uang baik itu dari hasil kerja sehari-hari, maupun ketika ia mendapatkannya dari orang tua, mereka lebih cenderung kurang bisa membedakan mana yang dinamakan kebutuhan dan mana yang dinamakan keinginan di dalam kehidupannya. Kebutuhan biasanya berkaitan dengan segala sesuatu yang memang sesuatu tersebut dirasa penting di dalam menunjang kehidupan, seperti makanan dan minuman yang harus kita beli, sementara keinginan biasanya memiliki keterkaitan dengan segala sesuatu yang belum tentu sesuatu tersebut memang sangat penting dan kita perlukan seperti ingin mempunyai handphone yang bagus, ingin mempunyai kendaraan yang bagus, pakaian yang mahal dan lain-lain.

Dengan demikian, kita perlu berprilaku sederhana dengan belajar untuk berhemat, karena dengan bersikap hemat itu bukan semata-mata untuk kepentingan orang lain, melainkan untuk masa depan kita sendiri. Selain itu juga, perlu kiranya kita mengetahui secara bijak mana yang dinamakan keinginan dan mana yang disebut dengan kebutuhan, yang pasti dan perlu diingat adalah bahwa keinginan itu tidak ada batasnya jika kita turuti, setelah memiliki sepeda orang cenderung menginginkan motor, setelah mempunyai motor orang menginginkan punya mobil dan begitulah seterusnya.

Sebagaimana pepatah mengatakan “rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya” semoga ini menjadi bahan renungan buat kita bahwa berperilaku sederhana dan belajar untuk berhemat itu memang tidaklah mudah, akan tetapi jika kita ada kemauan untuk memulai dan melakukannya maka tidak akan ada sesuatu yang tidak mungkin untuk tidak dilakukan.

Cara Berhemat Demi Masa Depan
Rate this post

Tanggal : Cara Berhemat Demi Masa Depan

Mohammad Amar Shodiq Dipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: