Investasi Bisnis OnlineDEDEYAHYA.web.id

Belajar Menyikapi Masalah

(607 Views) | Mohammad Amar Shodiq

Setiap orang hendaknya bisa belajar dari pengalaman-pengalaman hidupnya, ketika seseorang telah tumbuh dewasa, otomatis orang tersebut bukanlah anak-anak, baik itu di dalam bertindak dan berpikirnya. Salah satu tolak ukur kedewasaan seseorang bisa diukur melalui bagaimana orang tersebut menyikapi setiap persoalan-persoalan yang ia hadapi di dalam kehidupannya. Dari masalah pula kita dapat belajar tentang kedewasaan, apakah kita mampu menyelesaikan masalah tersebut, dan mencari jalan keluarnya.

Di dalam hidupnya, manusia memiliki harapan dan cita-cita yang hendak ia wujudkan, akan tetapi apabila harapan dan cita-cita itu tidak bisa terwujudkan, terkadang orang terbutakan hatinya dengan menghalalkan segala cara untuk memenuhi harapan dan cita-citanya tersebut. Karenanya ajaran-ajaran agama dan norma yang dianut di masyarakat perlu kita pupuk yang akan menjadi benteng penghalang buat kita.

Benteng merupakan suatu penghalang yang dijadikan manusia sebagai pelindung dari hal-hal yang membahayakan hidupnya, benteng tersebut berupa (ajaran-ajaran agama dan norma yang berlaku di masyarakat) yang telah disebutkan di muka tadi, dimana benteng tesebut perlu kiranya kita jaga, pelihara, serta diperkokoh keberadaannya agar tidak mudah roboh digoyangkan oleh hal-hal yang dapat menjerumuskan kepada jalan keburukan yang dapat melemparkan kita ke dalam lubang neraka.

Masalah, hal inilah yang menjadi batu sandungan yang dihadapi oleh seseorang ketika ia beranjak dewasa, mulai berpikir mengenai kehidupannya dan sudah dicap balig di dalam pandangan agama. Sebenarnya jika kita pahami, yang menjadi persoalan adalah bukanlah seberapa besar dan kecilnya masalah yang menimpa kita, melainkan seberapa besar kesiapan kita dalam menyikapi masalah tersebut baik secara langsung oleh diri sendiri, maupun tidak langsung dengan adanya bantuan dari orang lain.

Penyikapan kita terhadap suatu masalah juga sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita bisa mengatur masalah tersebut agar tidak terlalu membesar, karena sering kita temukan kenyataan bahwa manusia selalu membesar-besarkan masalah kecil, yang nantinya malah akan menjadi beban buat kita. Layaknya seperti akar, jika akarnya sudah merambat maka rumput pun akan terasa sulit untuk dicabut dan dihilangkan keberadaannya.

Lantas kemudian, jika kita mau berpikir sejenak kenapa kita di dalam kehidupan selalu diliputi dan dihadapkan kepada berbagai macam persoalan, seharusnya membuat kita bangga akan hal tersebut. Mengapa demikian, karena itu menunjukkan bahwa Allah memperhatikan dan masih sayang kepada kita sebagai hamba-Nya. Dan di dalam Al-Qur’an pun Allah telah menegaskan bahwa Inna maal usri Yusra yang artinya setiap kesulitan itu besertanya selalu ada kemudahan. Dan juga semakin tinggi keimanan seseorang, maka akan semakin sulit pula cobaan berupa berbagai macam persoalan yang diberikan kepada orang tersebut, di sisi lain dengan sifat Rahman dan Rahimnyapun Allah tidak akan memberikan cobaan melabihi kemampuan manusia dalam memikul dan menerima cobaan tersebut.

Hidup bagaikan roda yang berputar, pepatah ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, karena itulah kenyataan hidup yang terjadi di dunia ini. Dan semua orang juga pernah mengalami apa yang dinamakan terjatuh, dari terjatuh seseorang bisa belajar untuk terbangun, terbangun dari keterpurukan dan belenggu kesedihan dari permasalahan yang ia hadapi untuk senantiasa bangkit menyongsong masa depan yang lebih baik.

Belajar Menyikapi Masalah
Rate this post

Tanggal : Belajar Menyikapi Masalah

Mohammad Amar ShodiqDipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: