Investasi Bisnis OnlineDEDEYAHYA.web.id

Belajar Cinta Dari Orang Tua Terutama Ibu

(651 Views) | Mohammad Amar Shodiq

dWipena.com – Berbicara mengenai cinta memang tidak akan pernah ada habisnya, karena cinta telah menjadi sesuatu bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan kita sebagai manusia. Setiap orang di dalam perjalanan hidupnya pernah dijangkiti perasaan cinta akan sesuatu seperti pada harta, jabatan, laki-laki kepada perempuan, dan begitu juga sebaliknya. Namun demikian dalam perjalanannya, terkadang di satu sisi cinta itu menghadapkan kita kepada kebahagiaan, dan di sisi yang lain cinta menghadapkan kita kepada kesedihan.

Lantas seperti apakah wujud dari kebahagiaan dan kesedihan yang terlahir melalui cinta itu?, sebagai contoh dapat dijelaskan ketika seseorang mencintai orang lain, kemudian ia mendapatkan jawaban dari cintanya itu berupa balasan akan penerimaan atas cintanya tersebut, maka tentu kebahagiaanlah yang akan orang itu rasakan. Berbeda halnya jika ketika seseorang telah mendapatkan cintanya, kemudian ia dikecewakan karena ia ditinggalkan oleh cintanya itu, maka tentu kesedihanlah yang akan ia dapati.

Diantara kebahagiaan dan kesedihan yang terlahir karena cinta sebagaimana dijelaskan di atas tadi, mungkin semua orang akan setuju bahwa mereka lebih memilih untuk bahagia di dalam kehidupan dan perjalanan cintanya. Karena itu ketika belajar cinta, seharusnya agar tidak timbul suatu kekecewaan dan kesedihan kita bisa belajar dari orang-orang yang selalu ada di dekat kita, terutama orang tua kita sendiri.

Tidakkah kita menyadari bahwa selama ini orang tua telah mengajarkan banyak hal kepada kita terutama tentang cinta, terutamanya kita bisa belajar dari ibu kita sendiri. Sejak seseorang berada di dalam kendungan ibu, baik itu perempuan maupun laki-laki, sebagai ibu ia rela membawa beban berat di perutnya selama hampir setahun lamanya hanya mengharapkan agar anaknya tersebut terlahir dengan sehat, selama itu pula ia rela menahan sakit, susah tidur, memberikan kasih sayangnya sejak kita di dalam kandungan, memberi asupan makanan yang dapat mendukung kesehatan kita dan lain sebagainya.

Bahkan setelah lahir pun kita diasuh, dirawat, dijaga, dan dibesarkan dengan baik oleh mereka sehingga menjadi orang-orang yang hebat. Apakah setelah itu orang tua mengharapkan timbal balik sehingga memaksa kita untuk mengganti rugi atas apa yang telah orang tua kita , terutama ibu kita lakukan selama ini? jawabannya adalah kebanyakan orang tua tidak pernah meminta balasan kepada kita, karena apa yang telah mereka lakukan tidak akan pernah bisa kita balas.

Kaitannya dengan cinta sendiri, sebagai orang yang pertama kali telah mengajarkan cinta dan kasih sayang, orang tua tidak pernah meminta balasan atas pengorbanan mereka selama ini, itu menunjukkan bahwa cinta itu tidak harus terbalas, cinta itu tidak harus memiliki, karena sebagai manusia juga kita perlu menyadari bahwa segala apa yang ada didunia ini tidak lain hanyalah sebatas titipan.

Sejauh apapun anaknya tinggal, orang tua tetap meperhatikan dan mencintai anaknya, bahkan ketika anaknya melakukan suatu kesalahan sekalipun, meskipun anaknya menyakiti orang tua melalui sikap dan perilakunya, mereka tetap memberikan dukungan dan nasihat-nasihatnya kepada kita, dan mereka tetap mencintai kita sebagai anaknya, karena mereka menyadari bahwa kesalahan itu bisa diperbaiki nantinya. Selain itu, pengorbanan juga kita bisa belajar dari orang tua akan besarnya pengorbanan mereka, karena di dalam cinta juga membuatuhkan adanya pengorbanan. Masih banyak pelajaran-pelajaran tentang cinta yang dapat kita petik dari orang tua terutama ibu, seperti ketulusan, kesetiaan, dan lain sebagainya.

Belajar Cinta Dari Orang Tua Terutama Ibu
Rate this post

Tanggal : Belajar Cinta Dari Orang Tua Terutama Ibu

Mohammad Amar ShodiqDipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: