Investasi Bisnis OnlineDEDEYAHYA.web.id

Apakah Kesuksesan Hanya Dinilai Lewat Materi ?

(977 Views) | Mohammad Amar Shodiq

Dewasa ini, terdapat adanya kecenderungan dari masyarakat modern yang kerap kali menilai dan mengaitkan kesuksesan itu dengan materi. Orang yang memiliki kemapanan dari materinya dianggap sebagai orang yang memiliki keberuntungan, kebahagiaan dan kesuksesan di dalam hidupnya, karena mereka bisa membeli apa pun yang mereka inginkan. Berbeda halnya dengan orang yang tidak memiliki materi, mereka selalu berpikir bahwa untuk menghidupi kehidupan keluarga sehari-hari saja sudah susah. Keadaan seperti tidak memiliki pekerjaan yang mapan, dan pendapatan yang besar kerap kali menjebak sebagian orang, sehingga mereka berpikir dan menilai bahwa kesuksesan itu selalu dikaitkan pada materi saja.

Pemikiran seperti dijelaskan di atas tentunya akan membahayakan bagi kehidupan kita sebagai manusia, karena jika kesuksesan selalu disandingkan dengan kepemilikan akan materi saja, maka manusia tidak akan pernah menemukan apa yang dinamakan ketenangan dan kepuasan di dalam kehidupannya. Materi sendiri merupakan pencapaian seseorang pada kepemilikannya akan harta, dan itu memang selalu membuat orang merasa kagum dan menimbulkan rasa iri.

Berbicara mengenai materi memang tidak akan pernah selesai, karenya pandangan yang dijelaskan demikian perlu kiranya kita rubah di dalam kehidupan ini. Menganggap materi sebagai tolak ukur kesuksesan dan tujuan hidup hanya akan membuat kita sengsara, artinya bahwa materi itu mempunyai batasan, dan ketika seseorang meninggal, ia tidak akan membawa materi yang dimilikinya tersebut ke dalam kubur, melainkan materi itu berpindah tangan kepada ahli warisnya.

Memang sebagai orang tua kita harus mempersiapkan kesejahteraan untuk hari tua, dan warisan bagi kesejahteraan anak-anak sampai cucu-cucu kita nantinya, sehingga kesuksesan dan kehidupan anak dan cucu-cucu kita akan terjamin. Akan tetapi, apakah hanya materi saja yang nantinya kita wariskan terhadap keturunan kita, tanpa memikirkan apakah anak-anak kita itu telah diwariskan bekal ilmu agama yang baik atau tidak, yang akan menjadi tuntunan kehidupannya, sehingga ia bisa berperilaku baik kepada dirinya sendiri, dapat mendo’akan ke dua orang tuanya, dan berlaku baik kepada orang lain.

Agama Islam juga tidak melarang seseorang akan kepemilikan materi di dunia ini, justru sebaliknya agama menganjurkan materi itu tidak dijadikan sebagai tujuan utama, karena ada hal yang lebih penting dari semua itu, yakni kesuksesan akhirat, materi di dalam agama sendiri dipandang hanya sebagai sebuah media atau alat yang digunakan dalam menunjang seseorang meraih kesuksesan di dunia dan akhirat, sehingga ke duanya itu berjalan secara seimbang.

Bahkan Albert Einstein pernah mengatakan bahwa “Cobalah untuk tidak menjadi seorang yang sukses, tapi jadilah seorang yang bernilai”, maksudnya adalah kesuksesan itu jika dinilai dan didasarkan kepada materi saja tidak akan pernah membawa kebahagiaan di dunia ini, karena untuk apa kita memiliki materi yang banyak, sampai-sampai orang lain menganggap kita sukses, sementara kita tidak merasa bahagia karena kepemilikan materi tersebut.

Ternyata ada hal yang lebih penting dari itu semua, sebagaimana yang Albert Einstein sampaikan, yakni anjuran bagi kita agar bisa menjadi orang yang lebih bernilai, karena nilai biasanya dianggap sebagai sesuatu yang berharga, dan dengan nilai itu kita bisa berbagi kebahagiaan melalui kesuksesan kita, karena kesuksesan yang tidak memiliki nilai, tidak akan berarti apa-apa baik itu di mata manusia, lebih-lebihnya di mata Allah.

Apakah Kesuksesan Hanya Dinilai Lewat Materi ?
Rate this post

Tanggal : Apakah Kesuksesan Hanya Dinilai Lewat Materi ?

Mohammad Amar ShodiqDipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: