Investasi Bisnis OnlineDEDEYAHYA.web.id

Apa Sih Jangjawokan itu Apakah Sebuah Bisnis ?

(689 Views) | Apipah

Bagi masyarakat Sunda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah “Jangjawokan”, sampai sekarang pun sepertinya masih ada yang mempelajari Jangjawokan tersebut. Hanya sebagai pengetahun saja, karena hal tersebut sangat menarik untuk kita ketahui.

Informasi tulisan ini dari buku Prof.Dr.Ahmad Tafsir yang berjudul Filsafat Ilmu, mengurai Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Pengetahuan. Dalam buku tersebut banyak pengetahuan-pengetahuan unik dan menarik, salahsatunya adalah tentang Jangjawokan sunda ini. Jadi jika ingin mengetahui apa saja isinya silahkan cari di toko-toko buku terdekat.

Jangjawokan adalah bahasa Sunda, disebut juga Jampi-Jampi dalam bahasa jawa, adalah semacam ucapan yang bacaannya campuran antara bahasa Arab, bahasa Sunda, bahasa Jawa. Isi kalimatnya mirip dengn mantra, ia biasanya disusun dalam bentuk syair.

Jangjawokan itu merupakan ucapan atau kalimat yang bila diucapkan diyakini memiliki kekuatan magis tertentu. Asal-usul Jangjawokan tidak jelas dari mana dan siapa yang mula-mula mengajarkannya. Yang unik, disetiap daerah di Indonesia terdapat Jangjawokan dengan istilah bermacam-macam dan isi kalimatnya berbeda-beda menurut daerah masing-masing.

Di daerah Sunda, jangjawokan itu kelihatannya berupa doa, untuk keperluan tertentu, seperti agar lulus ujian, agar dagangnya laris, bisnis sukses atau lancar, agar dicintai seseorang, agar jadi pemberani, agar musuh takut dan lain-lain.

Bacaan dalam Jangjawokan biasanya diajarkan oleh guru dari mulut ke telinga secara lisan dalam situasi tidak formal. Lafal-lafal bacaan dihafalkan dengan meniru ucapan guru, biasanya orang datang ke guru tatkala memerlukannya saja, misalnya, seseorang mendapat tantangan fisik maka ia datang ke guru minta diajarkan bacaan agar penantang itu takut.

Agar bacaan-bacaan dari guru berakhasiat ampuh diperlukan syarat-syarat tertentu yang harus terpenuhi, seperti puasa wedal yaitu puasa di hari kelahiran, puasa tiga hari berturut-turut, puasa mutih, kadang-kadang tapa, mati geni dan lain-lain sesuai petunjuk guru.

Bagi mereka yang telah dibekali dengan bacaan Jangjawokan ada pantangan yang tidak boleh dilanggar, seperti tidak boleh melewat kali, jadi harus tutun, tidak boleh lewat jembatan, tidak boleh menyembelih hewan, tidak boleh makan kelapa muda, tidak boleh makan sate yang dipanggang dan lain-lain sesuai petunjuk guru.

M. Muchtaram mewawancarai guru Jangjawokan. Menurut guru itu (kadim) pengetahui ini tidak boleh diberikan kepada seseorang kecuali bila ia telah menyatakan siap berguru. Yang akan berguru harus memenuhi syarat-syarat, seperti puasa khusus beberapa hari, mati geni, atau tapa. Berat atau ringannya syarat akan menentukan tinggi-rendahnya khasiat ilmu itu. Ada yang disyaratkan puasa 3 hari, 7 hari, ada juga yang 40 hari diakhiri dengan mati geni, tapa di atas jembatan kecil semalaman.

Masih dari penelitian Muchtaram, menurut nenek Nacih ilmu itu dapat diberikan kepada seseorang tanpa persyaratan tertentu bila orang tersebut dapat dipercaya, hanya saja dalam penerapannya tidak akan berkhasiat bila persyaratan tidak dipenuhi atau pantangannya dilanggar.

Berikut ini adalah petunjuk tentang cara mempelajarai ilmu ini dan cara menggunakannya, diambil dari makalah Muchtara,.

  1. Sebelum menjalankan atau mengamalkan ilmu ini sebaiknya kita memilih lebih dahulu jampi atau doa atau ucapan yang paling tepat sesuai dengan tujuan kita dan sesuai dengan kemampuan kita melaksanakannya, terutama yang menyangkut persyaratan.
  2. Mandi keramas, agar bersih dari hadas besar dan hadas kecil.
  3. Niat harus bulat, terkonsentrasi, jika jampinya asihan, maka kita harus membayangkan wajah orang yang diinginkan seolah ada di hadapan kita.
  4. Menjalankan puasa sesuai petunjuk guru, biasanya tidak seperti puasa Ramadhan. Puasanya 24 jam sehari. Bila akan puasa hari senin, maka mulai hari Ahad pukul 17.00 sudah berpuasa, berbukanya hari senin ba’da magrib. Kalau puasa mutih berarti hanya berbuka nasi putih, air putih, kalau mati geni (ngebleng), maka harus di kamar dan tidak boleh makan dan minum, serta tidak tidur semalaman
  5. Jika sudah selesai puasa dan bacaan sudah hafal, dianjurkan mengadakan selematan yaitu menyediakan makanan sesuai petunjuk guru biasanya nasi gurih, dengan ayam putih, ikan warna tertentu atau telor jumlah tertentu. Semuanya sesuai petunjuk guru.
  6. Jika dalam pelaksanaan persyaratan itu mendapat godaan, sehingga batal, maka harus sabar dan mencoba lagi.

Beberapa contoh bacaan Jangjawokan :

Jangjawokan kadugalan, agar bisa berjalan diatas air

awak tapak malang gena, awak panyipuh buana, awak sang suci manik, awak dewata, ya ingsun jaya sorang, jaya cai jaya aing, jaya cai, syahadat.

Jangjawokan, Patah Tulang

istigfr3x
syahadat 1x
kulit pabeulit urat papulang, disireup ku beusi parsani, rep tiiis ti peuting waras ti beurang, hirup ku gusti waras ku kersaning, sumsum tepung sumsum, tulang tepung tulang, jin nu ngarapetna, daging teupung daging, jin nu ngarapeutna, nyuhunkeun pitulang ka para dewa nu tujuh, sukmana, akmana, rasana, pangawasana, cageur kabudaan.

Dilanjutkan baca syahadat, kemudian disapu yang luka atau patah

Jangjawokan Penangkal Sial

Tapak aing cadas ngampar, bitis aing batu tungelis, beuteng aing beuteung beg-beg, sirah aing batu wulung, yang ingsun batu wulung, badana, matana, nyuhunken pitulung, dewa anu tujuh, syahadat.

Jangjawokan, mempertebal cinta kasih sayang yang sudah lama retak

hong o lintang-lintang wengi, rembulan koneng nyumiratake, cahayane kang gumilang, ana ing ranjangku si …. binti … atine ajanganti bisa anteng sadurunge mara menyang aku, laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah.

Syaratnya : Dibaca tengah malam sambil memandang kumpulan bintang-bintang dilangit.

Jangjawokan, menyembuhkan penyakit Bisul

bismillahirrahmanirrahim, sangakama abang burung, sangkama bali burung, lebur hancur jadi banyu, ngalaketai jadi lengam leungit tanpa lebih ilang tanpa karana,

rep sirep ku kersaning gusti Allah 3 X

hurip nu ngajampe, hurip nu dijampe, laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah.

Sandaran yang dipakai Jangjawokan ternyata bermacam-macam, kadang-kandang ke Allah, kadang-kadang ke dewa atau ke jin. Agaknya Jangjawokan merupakan percampuran budaya lokal dan budaya Islam. Sangat sulit untuk menegaskan apakah Jangjawokan masuk mistik putih atau hitam. Mengujinya harus pada ontologi, espistemologi serta aksiologinya.

Apa Sih Jangjawokan itu Apakah Sebuah Bisnis ?
Rate this post

Tanggal : Apa Sih Jangjawokan itu Apakah Sebuah Bisnis ?

ApipahDipublikasikan dan ditulis oleh Apipah
Tentang Apipah

Hai ,,, nama saya Apipah. baru belajar online dari tahun 2014 dan sampai sekarang masih tetap belajar. Salam kenal ya Follow Me on Google +

Tags:
Categorised in: ,