Investasi Bisnis OnlineDEDEYAHYA.web.id

3 Hal Yang Perlu Menjadi Perhatian Setelah Menikah

(601 Views) | Mohammad Amar Shodiq

Ketika dua insan dan hati telah dipersatukan di dalam sebuah pernikahan, maka pada saat itu setiap orang akan merasakan kebahagiaan yang sama, baik itu dari pihak mempelai laki-laki dan perempuan, kemudian ke dua keluarga yang disatukan melalui adanya pernikahan, serta kerabat, sahabat dan orang-orang terdekat juga senantiasa ikut terbawa suasana bahagia tersebut.

Kendati demikian, apakah memang pernikahan itu selalu menjanjikan adanya kebahagiaan, karena setelah menikah sebuah keluarga baru akan terbentuk, dan lembaran kehidupan baru juga seakan-akan telah terbuka. Akan tetapi, perlu kiranya kita sadari bahwa di sisi lain, dari pernikahan juga terkadang menghadapkan kepada kita dengan adanya berbagai macam persoalan.

Kemudian apa hal yang perlu menjadi perhatian dan perlu kita lakukan agar setelah menikah dan membina rumah tangga, keluarga kita tetap berada dalam kebahagiaan.

  1. Berkomitmen bersama dalam mewujudkan kebahagiaan

Ketika menikah seseorang telah mengucap janji suci untuk senantiasa berkomitmen bersama-sama dalam mewujudkan keluarga SAMAWA (sakinah mawaddah warrahmah). Karenanya komitmen tersebut perlu dijaga selamanya, artinya jangan sampai ada kejadian setelah menikah ada salah satu pihak yang berubah 190 derajat dalam hal sikap dan perilakunya.

Tidak jarang kita saksikan di dalam kehidupan rumah tangga di lingkungan sekitar kita, seseorang ketika sebelum pernikahan memunculkan citra yang baik di mata keluarga yang akan dinikahi maupun orang-orang disekitarnya, tiba-tiba berubah menunjukkan watak aslinya setelah menikah. Dengan bersikap seperti itu, berarti ia telah mencederai janji dan komitmen bersama ketika pernikahan berlangsung, karena sikap tersebut tidak akan membawa kemaslahatan di dalam membina rumah tangga yang baik.

Seseorang juga harus senantiasa berhati-hati sebelum memilih pasangan hidupnya, baik itu laki-laki maupun perempuan, agar kejadian yang seperti di atas tidak terjadi kepada kita. Kita jangan hanya meniai paras tampan dan cantik saja, dan juga dari segi ekonominya, lebih dari itu apakah dia mau atau tidak untuk berkomitmen seperti janji yang diikrarkannya ketika pernikahan. Islam juga tidak menghendaki paras cantik dan tampan serta bergemilang harta, karena untuk apa kesemuanya itu jika tidak dibarengi dengan akhlak yang baik, lebih dari itu agama juga menyarankan bahwa yang harus dipilih dan dinilai terakhir adalah agamanya.

  1. Tidak sampai mengumbarkan permasalahan keluarga sehingga orang lain dan orang tua tahu permasalahan keluarga kita.

Untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, sebuah keluarga baru disarankan untuk tidak mengumbar-ngumbarkan permasalahan yang dihadapinya ke publik, sehingga orang lain mengetahui permasalahan tersebut, hal demikian akan berdampak kepada timbulnya berbagai permasalahan lain. Semisal ketika si istri selalu menceritakan permasalahan rumah tangganya ke tetangganya, sehingga kemudian tetangga itu menceritakan lagi kepada orang lain dan orang lain pun mengetahui permasalahan tersebut, yang kemudian sampai ditelinga orang tua, maka jangan heran nantinya prahara keluarga bisa terjadi, hal demikian tanpa disadari juga mengumbar aib keluarga sendiri.

Jadi usahakan untuk tidak membicarakan permasalahan keluarga kepada orang lain, biarlah keluarga tersebut saja yang mengetahuinya, sehingga keluarga itu memusyawarahkannya dan mencari dudukan masalahnya agar diselesaikan bersama-sama.

  1. Jangan terpancing omongan orang lain sebelum kita melihat sendiri buktinya

Dalam berumah tangga setelah selesai berlangsungnya acara pernikahan, tidak semua yang diimpikan bersama akan berjalan dengan mulus, tapi sering kali ada pihak-pihak dari luar yang memang dilatarbelakangi kesengajaan atau pun tidak, selalu saja ada yang menginginkan ketidak harmonisan kepada keluarga kita, seperti mengadu domba. Adu domba tersebut biasanya dilakukan dengan berbagai motif diantaranya yang sering dijadikan alasan adalah terkait dengan motif perselingkuhan.

Jika kita tidak berhati-hati dan mudah tersinggung, maka kita akan terpancing oleh omongan atau hasutan mereka, justru hal seperti itu yang diinginkan oleh mereka. Lagi-lagi memang posisi dan kedudukan agama disini sangatlah memegang peranan penting di dalam kehidupan. Agama selalu menganjurkan kita untuk tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, apalagi itu fitnah, karena fitnah sendiri di cap di dalam agama sebagai hal yang lebih kejam dibandingkan dengan pembunuhan.

Demikianlah kiranya beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita setelah menikah dalam membangun keluarga, meski masih banyak hal lainnya yang perlu kita perhatikan, setidaknya informasi di atas dapat memberikan sedikit informasi kepada kita tentang apa yang perlu dilakukan dan dihindari kedepannya.

3 Hal Yang Perlu Menjadi Perhatian Setelah Menikah
Rate this post

Tanggal : 3 Hal Yang Perlu Menjadi Perhatian Setelah Menikah

Saran Pencarian Pengunjung :

    3 hal yang harus dijaga dalam pernikahan
Mohammad Amar ShodiqDipublikasikan dan ditulis oleh Mohammad Amar Shodiq
Tentang Mohammad Amar Shodiq

Usia saya sekarang 24 tahun riwayat pendidikan alhamdulillah lulus tahun 2013 dari UiN sunan Kali jaga Yogyakarta fakultas tarbiah jurusan Pendidikan Bahasa Arab, status masih single alias belum menikah

Categorised in: